Berita

Yara Suos (tengah)/Net

Dunia

Demi Kualitas Pemilu Kamboja, Jubir CPP Undang Observer Dari Indonesia

MINGGU, 10 JUNI 2018 | 05:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demokrasi di Indonesia merupakan model yang dianut dalam penyelenggaraan pemilu di Kamboja yang akan digelar pada bulan depan.

Begitu kata Jurubicara Partai Rakyat Kamboja (CPP), Yara Suos dalam jumpa pers di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Sabtu (9/6).

Menurutnya, demokrasi di Indonesia telah menginspirasi banyak negara di Asia Tenggara. Sementara kamboja juga telah belajar banyak dari perkembangan dan kemajuan demokrasi Indonesia.


Yara berharap dalam Pemilu yang digelar pada 29 Juli mendatang, ada dukungan dari pemerintah Indonesia dengan melakukan pemantauan pemilu di sana.

“Salah satu upaya membangun dan menyelenggarakan pemilu yang jujur, Kamboja berharap perwakilan dari Indonesia menghadiri pemilu di Kamboja untuk meniai kualitas pemilu,” ujar Yara.

Selama berkunjung di Indonesia, Yara terus berupaya untuk mengundang perwakilan observer pemilu dari Indonesia demi memonitor pelaksanaan pemilu. Dia telah bertemu dengan sejumlah elit partai di Indonesia, mulai dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Kami telah menemui Ketua Umum Partai Golkar Airlangga, untuk bertukar pikiran membahas masalah demokrasi di Indonesia," ungkap Yara.

Sementara dalam pertemuan dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Yara mengaku bahwa JK mendukung penuh proses demokrasi di Kamboja.

"Pak JK mendukung proses demokrasi di Kamboja. Dan berharap supaya pemilunya berjalan dengan lancar," tutur Yara.

Lebih lanjut, dia memastikan bahwa Kamboja merupakan negara yang menjunjung tinggi demokrasi dan tidak seperti persepsi yang berkembang di masyarakat Indonesia.

“Selama ini pemilu yang diselenggarakan di Kamboja berjalan dengan sukses dan demokratis, sesuai dengan aturan yang berlaku,” tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

UI Investigasi Kasus Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa

Selasa, 14 April 2026 | 16:12

Miris, Makin Banyak Perusahaan Tak Buka Lowongan Kerja

Selasa, 14 April 2026 | 16:11

Pramono Dukung Pemberantasan Premanisme di Jakarta

Selasa, 14 April 2026 | 16:03

Jemaah Haji Tak akan Terbebani Kenaikan Ongkos Penerbangan

Selasa, 14 April 2026 | 16:02

Seruan Kudeta Presiden Prabowo Ancaman Serius

Selasa, 14 April 2026 | 15:46

Israel dan Lebanon Gelar Perundingan Damai di Washington

Selasa, 14 April 2026 | 15:43

Menteri Haji Janji Antrean Tidak Dihapus meski Ada War Tiket

Selasa, 14 April 2026 | 15:36

Aboe Bakar Minta Maaf terkait Pernyataan Madura dan Narkoba

Selasa, 14 April 2026 | 15:14

Tak Masuk Akal Nasdem Gabung Gerindra

Selasa, 14 April 2026 | 15:06

China Minta Semua Pihak Menahan Diri usai AS Blokade Selat Hormuz

Selasa, 14 April 2026 | 14:52

Selengkapnya