Berita

Foto/Net

Politik

Membangun UIII Berarti Membangun Peradaban Islam Indonesia

RABU, 06 JUNI 2018 | 17:11 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

TANGGAL 5 Juni 2018 akan menjadi tonggak bersejarah bagi umat Islam Indonesia. Mungkin saja saat ini banyak orang termasuk umat Islam sendiri tidak menyadari, bahwa sebuah monumen peradaban Islam sedang ditancapkan di bumi pertiwi. Jika selama ini orang hanya mengenal peradaban Islam Arab, peradaban Islam Persia, peradaban Islam Turki, dan Peradaban Islam India, maka dalam waktu mendatang orang akan juga menyebut peradaban Islam Indonesia atau peradaban Islam Nusantara.

Mungkin karena menyadari nilai strategis proyek ini maka Presiden dan Wakil Presiden secara bersama-sama didampingi Mentri Agama dan Menristek Dikti menghadiri peletakan batu pertama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). Meskipun peresmiannya dilakukan secara sederhana dan bersahaja, tidak mengurangi pentingnya makna kehadirannya bagi Ummat Islam di seluruh dunia.

Kenapa proyek ini memiliki nilai strategis?  Dunia Islam kini sedang terputuk. Budaya kekerasan sedang mendominasinya yang bermuara pada penyelesaian semua masalah dengan senjata. Semangat jihad berubah menjadi semangat untuk membunuh sesama saudara sendiri. Akibatnya, semakin lama dunia Islam semakin terpuruk. Kerusakan fisik, banjir darah, banjir pengungsi, permusuhan sesama pemimpin Muslim semakin menjadi-jadi. Akibat lebih jauh, negara-negara Muslim tidak punya waktu dan tenaga untuk membangun sain dan teknologi, membangun ekonomi, membangun politik, dan membangun militer. Dalam keadaan umat Islam semakin tercabik-cabik atau semakin dicabik-cabik.


Dalam situasi seperti ini umat Islam Indonesia menawarkan jalan baru, Islam Rahmatan Lilalamin, Islam yang ramah dan Islam yang membawa kebaikan bukan saja bagi umat Islam sendiri, akan tetapi bagi semua pemeluk agama juga bukan pemeluk agama, inilah Islam Wasatiah.

Jika umat Islam Indonesia selama ini hanya menerima, belajar dari Mesir, Saudi Arabia, Turki, Mesir, dan sejumlah negara Eropa, Kanada, dan Amerika. Kini saatnya, Indonesia memberi dan mengajarkan mereka. Apalagi keterpurukan peradaban kini juga melanda Barat akibat badai populisme yang dipicu dan dipacu oleh masifnya penggunaan media sosial yang mengakibatkan mereka semakin meninggalkan HAM dan demokrasi yang mereka perkenalkan.

Jadi kehadiran UIII sejatinya bukan saja diperlukan oleh umat Islam Indonesia, tetapi juga umat Islam Dunia, serta ummat manusia secara keseluruhan. Semoga proyek ini berjalan lancar, karena kehadirannya akan membuat dunia lebih tentram dan lebih damai.[***]

Penulis adalah Direktur Eksekutif CDCC (Center for Dialogue and Cooperation among Civilization).

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya