Berita

Nusantara

Polda Kalbar Ungkap 1.011 Kasus Selama Operasi Pekat Kapuas

RABU, 30 MEI 2018 | 23:22 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

. Selama 14 hari menggelar Operasi Pekat Kapuas 2018, Polda Kalimantan Barat (Kalbar) berhasil mengungkap 1.011 kasus dan mengamankan 1.144 pelaku kejahatan.

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Didi Haryono menjelaskan, operasi digelar dalam rangka pemeliharaan kamtibmas jelang pilkada serentak dan selama bulan Ramadan, hingga nanti Hari Raya Idul Fitri tiba.

"Pemeliharaan kamtibmas tentu dibarengi dengan penegakan hukum yang efektif terhadap kejahatan yang meresahkan masyarakat maupun terhadap penyakit-penyakit masyarakat yang masih marak dilakukan," tegas Kapolda didampingi Direskrimum Polda Kalbar Kombes Pol. Arif Rachman dalam siaran persnya, Rabu (30/5).


Kapolda menambahkan, operasi menyasar beberapa penyakit masyarakat seperti narkoba, perjudian, minuman keras, prostitusi dan tindak pidana lain yang terkait dengan kejahatan jalanan seperti perkelahian, petasan, premanisme hingga sajam.

Menurutnya, pengungkapan kasus-kasus tersebut tidak terlepas dari sinergitas antara penegak hukum dengan masyarakat.

"Sehingga dihimbau kepada masyarakat untuk menjauhi dan tidak melakukan perbuatan-perbuatan melanggar hukum, karena tidak hanya mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat, namun juga dapat menyebabkan tindak pidana," terang Kapolda.

Di sisi lain, lanjutnya, Polda Kalbar mengimbau masyarakat agar senantiasa peduli menjaga lingkungannya masing-masing.

"Apabila menemukan pelaku penyakit masyarakat apalagi yang mengarah pada tindak pidana, jangan segan-segan untuk melaporkan kepada kepolisian," pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Kalbar telah menggelar Operasi Pekat Kapuas pada 11-24 Mei 2018.

Berikut rincian dari 1011 kasus yang berhasil diungkap: Narkoba 65 kasus, sajam 25 kasus, prostitusi 269 kasus, premanisme 241 kasus, perjudian 77 kasus, miras 194 kasus, petasan 127 kasus, perkelahian 8 kasus, dan perdagangan orang 5 kasus

Dan jumlah total pelaku 1.144 orang terdiri dari: proses sidik dan tipiring 540 orang, dan pembinaan 604 orang. [rus]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Dirgahayu Pandeglang ke-152, Gong Salaka!

Rabu, 01 April 2026 | 18:04

Klaim Nadiem Dipatahkan Jaksa: Rekomendasi JPN Tak Dilaksanakan

Rabu, 01 April 2026 | 18:03

Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Macet, Legislator Golkar Koordinasi dengan APH

Rabu, 01 April 2026 | 17:40

Pariwisata Harus Serap Banyak Tenaga Kerja Lokal

Rabu, 01 April 2026 | 17:24

Harta Gibran Tembus Rp 27,9 Miliar di LHKPN 2025

Rabu, 01 April 2026 | 17:03

Purbaya Pede Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Rabu, 01 April 2026 | 17:00

Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Sulit Dihindari

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Menaker Yassierli Imbau Swasta dan BUMN Terapkan WFH Sehari dalam Sepekan

Rabu, 01 April 2026 | 16:51

Selisih Harga BBM Nonsubsidi Ditanggung Pertamina

Rabu, 01 April 2026 | 16:44

Selengkapnya