Berita

Foto: RMOL

Nusantara

PENCEMARAN SEI PADANG

Dewan Sumut Lapor Ke Dinas LH

SELASA, 15 MEI 2018 | 18:21 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Anggota DPRD Sumatera Utara dari Komisi D, daerah pemilihan Sergai-Tebingtinggi, Zulfikar, melaporkan kasus pencemaran berat Sei Padang ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara (Dinas LH Provsu).

Dinas LH Provsu memperkirakan kerugian peternak keramba saja mencapai Rp40 juta belum termasuk kerugian lainnya.

Dari hasil laporan itu, pihak Dinas LH Provsu membenarkan telah terjadi pencemaran Sei Padang oleh salah satu perusahaan pengolahan sawit di hulu sungai, pada 12 Mei 2018.


Adapun sumber pencemaran berasal dari pabrik kelapa sawit yang berada di hulu Sei Padang, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Dampak terberat dari pencemaran itu, adalah berhentinya operasional PDAM Tirta Bulian, Kota Tebingtinggi.

Dari berbagai sumber, pabrik kelapa sawit yang melakukan pencemaran itu, yaitu PT SJC berada di Desa Dolok Merawan, Kecamatan Dolok Merawan. Namun areal penampungan limbah yang kemudian mencemari Sei Padang, berada di Desa Buluh Duri, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergai.

PT SJC kabarnya, mengolah sekira 30 ton TBS (tandan buah segar) per harinya.

Sejumlah aktivis sungai bersama Dinas LH Kota Tebingtinggi dan Kabupaten Sergai yang melakukan pemantauan, kemarin, menyebutkan PT SJC tidak memiliki instalasi pengolahan limbah (Ipal) yang sesuai dengan standar keamanan lingkungan.

"Perusahaan itu punya delapan kolam dengan satu kolam induk dengan saluran kontrol. Tapi semua kolam penampungan itu tak memiliki saringan pengolahan. Jadi kalau saluran kontrol dibuka, maka limbah langsung terbuang ke sungai," terang aktifis dari Forum DAS Padang, Selasa (15/5).

Terkait itu, pengamat dan aktivis lingkungan Sumut Jaya Arjuna, saat dikonfirmasi, menegaskan harusnya pabrik pengolahan sawit itu diberi pelajaran dengan mengekspos pencemaran Sei Padang itu ke dunia internasional, jika secara nasional tidak mendapat respon tepat.

"Perlu kita laporkan ke dunia, bahwa sebagian besar CPO yang diolah merusak lingkungan. Jika itu dilakukan dunia akan menolak produk CPO kita," tegas Jaya Arjuna.

Ketua Forum DAS Padang Abdul Khalik menyatakan, kasus pembuangan limbah yang dilakukan PT SJC bukan kali pertama, tapi sudah beberapa kali. Namun, pembuangan kali ini sangat berat dan tak bisa ditolerir lagi.
Khalik berjanji akan melaporkan kasus ini ke Kementerian LH dan Kehutanan untuk segera diproses sesuai ketentuan hukum lingkungan.

"Kita akan segera buat laporan secara resmi dan minta agar diproses secara hukum," tegas Khalik melalui pesan WhatsApp. [sam]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya