Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Toleransi Dan Intoleransi

SELASA, 15 MEI 2018 | 06:25 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

SEBAGAI seorang warga Indonesia yang setia kepada Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta mendukung Orde Reformasi menghadirkan demokrasi di persada Nusantara tercinta, saya senantiasa berupaya bersikap toleran kepada sesama warga Indonesia yang kebetulan beda pendapat dan paham dengan diri saya sendiri.
 
Toleransi


Sesuai pesan Gus Dur “Agamamu agamamu, agamaku agamaku” saya senantiasa berupaya menghormati dan menghargai sesama manusia dan sesama warga Indonesia yang kebetulan beragama beda dengan diri saya pribadi.


Di alam demokrasi, saya senantiasa berupaya menghormati dan menghargai sesama warga Indonesia tanpa pandang latar belakang paham politik atau keanggotaan partai politik.

Saya senantiasa berupaya  menyadari bahwa mereka yang kritis terhadap pemerintah bukan berarti pasti adalah kaum penjahat yang hukumnya wajib untuk dihujat bahkan dikriminalkan.

Saya senantiasa berupaya mengerti dan memahami teman-teman sesama warga Indonesia yang mendambakan negara Islam seperti negara yang kebetulan bertetangga dengan Indonesia yaitu Malaysia.

Namun saya mengharapkan agar teman-teman sesama warga Indonesia yang mendambakan negara Islam juga  berkenan menyadari serta memahami kenyataan bahwa para tokoh pejuang kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia secara konstitusional telah sepakat untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas landasan falsafah Pancasila.

Intoleransi


Maka secara konstitusional mau pun selaras sila Ketuhanan Yang Maha Esa serta Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya tidak bisa dan tidak boleh bersikap toleran apabila sekelompok sesama warga Indonesia ingin memaksakan apa yang didambakan dirinya untuk harus menjadi kenyataan apalagi dengan menghalalkan segala cara sehingga tega hati melakukan angkara murka kekerasan bahkan pembinasaan terhadap sesama warga Indonesia seperti yang telah terjadi pada Tragedi 13 Mei 2018.

Apapun alasannya, angkara murka kekerasan pembinasaan terhadap sesama manusia tidak layak dibenarkan. [***]

Penulis adalah seorang rakyat Indonesia yang intoleran terhadap penindasan, penggusuran apalagi pembinasaan terhadap sesama rakyat Indonesia

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Golkar: Jokowi Ikut Tren MBG karena Dekat dengan Dunia Warganet

Senin, 01 Juni 2026 | 13:12

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

UPDATE

Donald Trump Buka Peluang Bertemu Mojtaba Khamenei

Jumat, 05 Juni 2026 | 08:19

Dolar AS Melemah dari Level Tertinggi Imbas Prospek Damai Timur Tengah

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:52

Emas dan Perak Menguat Jelang Rilis Data Tenaga Kerja AS

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:40

BEI Bidik Dana Besar dari Dalam dan Luar Negeri demi Topang IHSG

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:17

Bursa Eropa Hijau, Saham Bank dan Airbus Pimpin Reli

Jumat, 05 Juni 2026 | 07:06

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Kenaikan Bahan Baku Berimbas terhadap Industri Makanan dan Minuman

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:54

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:43

Hantu Kurs Dolar

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:28

Inflasi Kehormatan Letkol Teddy Indra Wijaya

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:08

Selengkapnya