Berita

Raja Salman/Net

Dunia

Raja Salman Perintahkan Perlindungan Whistleblower Korupsi

SENIN, 07 MEI 2018 | 11:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Saudi, Salman memerintahkan perlindungan bagi karyawan yang melaporkan korupsi keuangan dan administrasi di lembaga atau perusahaan tempatnya bekerja.

Perintah yang dituang dalam dekrit itu dikeluarkan sebagai bagian dari upaya untuk memerangi korupsi yang melihat puluhan bangsawan dan pengusaha top yang ditahan tahun lalu.

Dimuat Reuters, dekrit itu melindungi para pengungkap fakta dari pelanggaran hak istimewa atau hak mereka.


Kampanye anti-korupsi sendiri merupakan bagian dari dorongan Putra Mahkota Mohammad bin Salman untuk mentransformasi ekonomi yang bergantung pada minyak, yang telah lama dilanda oleh korupsi. Dia mendorong Saudi untuk bersiap menghadapi harga minyak mentah yang lebih rendah.

Raja Salman pada Maret kemarin memerintahkan pembentukan departemen khusus di kantor penuntut umum untuk mempercepat penyelidikan dan penuntutan kasus-kasus korupsi, dan jaksa penuntut umum mengatakan bulan lalu bahwa kampanye akan berjalan melalui pelanggaran tingkat lebih rendah. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya