Berita

Pasukan AS di Afghanistan/Net

Dunia

Jenderal Top: Pasukan AS Di Afghanistan Adalah Mujahidin Sejati

JUMAT, 04 MEI 2018 | 09:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pasukan Amerika Serikat yang berjuang di Afghanistan adalah mujahid sejati yang tampak berjuang untuk jihad suci.

Begitu kata Jenderal Marinir Amerika Serikat Robert Neller atas tugas yang dijalankan pasukannya.

Jenderal Neller menggunakan istilah mujadih yang sering juga diklaim oleh kelompok militan seperti ISIS dan Taliban dan disematkan pada para pejuangnya.


"Para teroris menyebut diri mereka pejuang kemerdekaan, Mujahidin. Padahal mereka bukan seperti itu," kata Neller.

"Mereka adalah penjahat. Saya pikir kata besar mereka adalah takfiri (Muslim yang menuduh Muslim lainnya murtad). Mereka murtad. Mereka bersembunyi di balik Islam. Mereka menjual obat-obatan. Mereka membunuh orang yang tidak bersalah. Itu bukan Islam," sambungnya seperti dimuat Press TV.

"Tentara Afghanistan dan Amerika. Kami adalah Mujahidin! Kami adalah Mujahidin. Itu pesannya," tegasnya.

Pernyataan komandan itu dalam menanggapi pertanyaan tentang peran yang dimainkan oleh Korps Marinir AS di Afghanistan, di mana dia menolak untuk menjelaskan, tetapi sebaliknya berfokus pada kemungkinan untuk menegosiasikan penyelesaian damai dengan Taliban. [mel]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Jasa Kiai Kampung

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:26

Waketum MUI Usul Gaji Guru Pesantren di Atas UMR

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:16

Jangan Takut Kritik Pemerintah

Minggu, 30 Agustus 2026 | 04:04

Saham BYAN Mencuat, IAW Ingatkan soal Pengawasan Regulator

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:20

Melawan Amplop di Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 03:08

Program Streamlining Danantara Tak Boleh Identik dengan PHK

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:38

Investor Diajak Terlibat 37 Proyek Investasi Strategis di Jakarta

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:17

Budi Arie Tolak Cabut Analisis Pemilu sebelum 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:02

Jangan Berhenti pada Janji 15 Desember

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:35

Pajak Diduga Bocor Rp5 Triliun, Purbaya Kantongi 40 Nama Perusahaan Baja

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:21

Selengkapnya