Berita

Iklim Investasi Indonesia Kondusif Ciptakan Lapangan Kerja

RABU, 02 MEI 2018 | 22:04 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pemerintah terus memberikan perhatian serius terhadap iklim investasi kondusif agar penciptaan lapangan kerja meningkat dan roda ekonomi terus berputar.

Indonesia memerlukan investasi karena tak bisa mengandalkan APBN semata dalam pembangunan dan penciptaan lapangan kerja.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri saat mewakili Presiden Joko Widodo dalam acara  silaturrahmi dengan 1.500 pekerja di kawasan industri PT. Panasonic Gobel Economy Indonesia (PGEI), Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/5).


"Peningkatan jumlah investasi dalam kurun waktu tiga tahun terakhir,  membawa dampak positif. Kesempatan kerja pun semakin bertambah sehingga menurunkan angka pengangguran," katanya.
 
Turut hadir  Michiko Miyamoto, Direktur ILO di Indonesia, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Guntur Wicaksono, Pimpinan Panasonic Gobel Rachmat Gobel, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI Jamsos) Haiyani Rumondang, Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Maruli A. Hasoloan dan Kadisnakertrans Jawa Barat Ferry Sofwan Arief.

M. Hanif Dhakiri mengungkapkan data World Economic Forum (WEF), daya saing  Indonesia berada di peringkat ke-36 dari 137 negara-negara seluruh dunia.  Rangking tersebut naik lima peringkat dari kedudukan sebelumnya di posisi 41.

"Penyebab meningkatnya daya saing dan investasi Indonesia diantaranya adanya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,  pembangunan sumber daya manusia melalui investasi pendidikan dan kesehatan guna meningkatkan taraf hidup atau kesejahteraan masyarakat, "kata Hanif.

Lebih lanjut Hanif menyatakan laporan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), total investasi yang masuk ke Indonesia per tahun 2014 sejumlah 463,1 triliun. Sedangkan sampai dengan akhir tahun 2017 investasi yang masuk sejumlah 692,9 triliun.

"Artinya terjadi peningkatan sebesar 229.8 triliun, " kata Menaker Hanif.

Dalam kesempatan silaturrahim tersebut, Menteri Hanif memberikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga besar PT Panasonic Gobel dan investor jepang yang telah banyak berkontribusi bagi peningkatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekspor.

Sementara Rachmat Gobel menyatakan pihaknya mendukung langkah pemerintah dan komitmen membangun kualitas tenaga kerja yang kompeten. Hal itu terlihat dari 2500 karyawan, dengan tenaga ahli Jepang 30 orang atau 1,2 persen.

"Sejak 58 tahun lalu didirikan, kami komitmen membangun SDM berkualitas sebelum memproduksi barang," kata Rachmat.

Rachmat menambahkan sebagai ungkapan terimakasih kepada pemerintah yang telah mendukung Panasonic, setiap tahunnya ada 400 engineer dan teknisi produksi Indonesia, yang ditraining di Jepang dalam tiga tahun. Ada 500 lulusan SMA atau sederajat ditraining ke Jepang.

"Melalui proses training ini, interaksi tenaga ahli Jepang yang telah memiliki pengalaman dan jam kerja dengan tenaga Indonesia telah meningkatkan kualitas manusia ke sumber daya Iptek Indonesia, " katanya.

Panasonic Gobel Grup saat ini memiliki 18 ribu karyawan dengan jumlah tenaga kerja ahli dari Jepang sebanyak 99 orang atau hanya 0,55 persen.

Ditambahkan Rachmat, Jepang saat ini merupakan investor kedua terbesar dalam lima tahun terakhir. Saat ini telah hadir 1500 perusahaan Jepang yang berinvestasi di Indonesia selama 15 tahun terakhir.

"Sebanyak 4,7 juta lapangan kerja tercipta dan 93,3 persen adalah TKI dan 6,7 persen tenaga ahli Jepang, " kata Rachmat. [dzk]

 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya