Berita

Dunia

Fahri Hamzah: Presiden Jokowi Harus Ambil Inisiatif Wujudkan Perdamaian Dua Korea

SABTU, 28 APRIL 2018 | 16:59 WIB | LAPORAN:

. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyambut positif pertemuan bersejarah dua pemimpin Korea demi terciptanya denuklirisasi di semenanjung Korea, Jumat (27/4) kemarin.

Dia berharap Pemerintah Indonesia mendorong agar ke dua negara melakukan reunifikasi seperti Jerman Barat dan Jerman Timur.

"Kita harus mendorong negera-negara yang bersengketa untuk duduk di meja perundingan. Bagi kita, Indonesia selalu harus punya posisi di tengah sebab itu adalah salah satu tujuan dari kita bernegara sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945," ujar Fahri melalui pesan elektornik, Sabtu (28/4).


Seperti diketahui, Kom Jong-un dari Korut dan Presiden Korsel Moon Jae-in melakukan pertemuan demi terciptanya denuklirisasi di Semenanjung Korea. Keduanya berjanji akan melanjutkan pertemuan untuk membuat sebuah perjanjian damai permanen.

Melanjutkan keterangannya, Fahri menyebut pentingnya dua Korea melakukan reunifikasi agar tensi ketegangan bisa berhenti total. Sehingg kedua negara bisa saling membantu terhadap pembangunan mereka agar tercapailah perdamaian abadi seperti yang dicita-cita kan itu.

"Karena itulah, pertemuan antara Kim Jong-un dan pemimpin Moon Jae-in sangat penting. Harus kita dorong agar Presiden Jokowi mengambil inisiatif untuk mendorong terciptanya perdamaian kedua Korea," imbuh anggota DPR dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) itu.

Apalagi, menurut penilaian politikus PKS ini, di Indonesia banyak sekali tokoh bangsa yang bisa melakoni untuk menjadi mediator perdamaian itu. Antara lain Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang punya wibawa di Korsel, juga Megawati yang punya wibawa si Korut.

"Seharusnya tokoh-tokoh kita sekarang mulai aktif terlibat. Kenapa? Sebab Indonesia, sudah selalu sering absen di dalam peta perdamaian dunia, sehingga absen di Palestina, di Timur Tengah secara umum. Nah sekarang, dimulai dari Semenanjung Korea ini, seharusnya presiden mengambil inisiatif untuk mendorong terciptanya perdamaian," pungkas Fahri Hamzah.[dem]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Terkuak Dugaan Penggelembungan Anggaran Makan Minum di DPRD Bandar Lampung

Senin, 20 April 2026 | 02:07

Pramono Siapkan PPSU Khusus Ikan Sapu-Sapu

Senin, 20 April 2026 | 01:47

Jual Beli Rekening Bisa Dijerat Pidana!

Senin, 20 April 2026 | 01:26

HKTI: Kondisi Riil Stok Beras Melimpah

Senin, 20 April 2026 | 01:01

Pramono Tegaskan Jadi Gubernur untuk Semua Kelompok, Agama, dan Golongan

Senin, 20 April 2026 | 00:28

MUI Kawal Ketat Proyek Islamic Center

Senin, 20 April 2026 | 00:13

Projo Klaim Jokowi Menang Berkat Rekam Jejak, Bukan Jasa Jusuf Kalla

Senin, 20 April 2026 | 00:01

Wicked Problem di Balik Motor Listrik MBG

Minggu, 19 April 2026 | 23:43

JK Diduga Masih Simpan Kartu Rahasia Jokowi

Minggu, 19 April 2026 | 23:34

Nabung Jantung

Minggu, 19 April 2026 | 23:26

Selengkapnya