Berita

Foto : Kemnaker

Standar Gaji Tinggi, Pekerja Migran Indonesia Sangat Diminati Taiwan

KAMIS, 26 APRIL 2018 | 23:18 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Pekerja migran Indonesia sangat dicari dan diminati pemberi kerja di Taiwan. Gaji yang diperoleh pekerja migran di Taiwan termasuk yang tertinggi dibanding negara-negara penempatan lainnya.

Untuk yang bekerja di bidang manufaktur, perawat panti Jompo, konstruksi dan nelayan mendapatkan gaji minimum sebesar 22 ribu dolar Taiwan atau setara Rp11 juta, belum termasuk tambahan pendapatan diluar jam kerja.

Demikian disampaikan Direktur Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Luar Negeri Kemnaker, Soes Hindharno, seusai audiensi Timwas TKI DPR RI dengan Asosiasi Lembaga Pelayanan Tenaga Kerja Taiwan di Kantor Dagang dan Ekonomi (KDEI) Taipei, Taiwan, Kamis (26/4).


"Peluang kerja bagi pekerja Indonesia di Taiwan sangat besar. Peluang ini harus kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin," katanya.

Soes menambahkan, pihaknya terus mendorong Taiwan untuk menambah kuota pekerja Indonesia pada pengguna berbadan hukum karena lebih terlindungi dibandingkan yang bekerja pada sektor domestik.

"Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di pengguna berbadan hukum selain mendapat asuransi kesehatan juga mendapat asuransi tenaga kerja. Kalau ada kecelakaan di tempat kerja, otomatis di cover asuransi," jelas Soes.

Sementara, Direktur Eksekutif Taipei Employment Service Institute Association, Arco JK Chen, mengeluhkan kuota pelayanan paspor di KDEI taiwan yang dibatasi 200 aplikasi perhari.

“Akibat pembatasan kuota, para PMI dan agen mereka harus mengantri sejak dini hari. Ini sangat merepotkan,” kata Arco.

Arco pun mempertanyakan jangka waktu paspor PMI yang dibatasi 5 tahun yang terlalu singkat, padahal negara lain masa belaku paspor sudah 10 tahun.

Ketua Timwas TKI DPR RI, Fahri Hamzah langsung merespon dan berjanji akan meningkatkan kualitas pelayanan di KDEI Taiwan serta memperluas pelayanan di beberapa wilayah.

"Hari ini saya bertemu langsung dengan pengusaha yang perduli dengan iklim bisnis di Indonesia. Segala permasalahan yang disampaikan akan kami tampung dan tindaklanjuti setibanya di tanah air," ujar Fahri.

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taiwan, Robert James Bintaryo, memohon dukungan asosiasi agar segala keluhan juga diadukan secara tertulis kepada kemnaker agar dapat dibahas di Joint Task force pada bulan Mei mendatang.

“Kami bersama-sama Kemnaker dan BNP2TKI akan menindaklanjuti keluhan rekan-rekan asosiasi agency tenaga kerja Taiwan,” tutup Robert

Berdasarkan data yang diperoleh dari KDEI Taipei Jumlah PMI di bekerja Taiwan sebanyak 259.794 orang, yang terdiri dari pekerja manufaktur 57.430 orang, anak buah kapal (nelayan) 8.571 orang, pekerja konstruksi 848 orang, pekerja panti jompo 2.792 orang, caregiver 188.859 orang dan penata laksana rumah tangga 1.294 orang. [dzk]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya