Berita

Foto: Net

Nusantara

Masyarakat Keluhkan Tarif Parkir Yang Tidak Sesuai Aturan

JUMAT, 20 APRIL 2018 | 05:26 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Tarif parkir tinggi masih menjadi masalah yang dikeluhkan masyarakat Kota Palembang.

Padahal, walikota dan sekretaris daerah (sekda) Kota Palembang sudah sering melakukan inspeksi mendadak terhadap para juru parkir. Namun para juruparkir (jukir) masih saja nakal dan meminta retribusi parkir di luar aturan yang ditetapkan Pemerintah Daerah.

Sebagaimana diberitakan RMOL Sumsel, Kamis (19/4), tarif parkir yang di luar aturan Pemda itu dirasakan oleh seorang warga bernama Narto. Dia diminta uang parkir di luar ketentuan saat parkir di Benteng Kuto Besak (BKB).


"Harusnya kan untuk motor Rp 1.000 mobil Rp 2.000. Tapi saya tadi dipinta Rp 5.000 untuk parkir motor," jelasnya.

Hal yang sama juga dialami Feri (38). Dirinya mengaku diminta uang parkir sebesar Rp 4.000 oleh oknum jukir di kawasan Rumah Sakit (RS) AK. Gani Palembang.

Meski telah mendapat karcis yang tertulis nominal Rp 2.000, tetap saja jukir meminta uang sebesar Rp 5.000, dengan alasan tarif Rp 2.000 hanya untuk pengunjung RS.

"Saat saya parkir saya ditanya mau kemana, terus saya jawab mau ke BKB, terus dikeluarkan karcis bertuliskan tarif parkir dengan besaran Rp2.000, tapi saat saya berikan uang Rp5.000 jukir tidak memberikan uang kembalian. Saat saya tanya mana kembalian, jukir tersebut bilang tarif parkir Rp5.000, untuk tarif Rp2.000 hanya untuk pengunjung RS dan setelah saya minta lagi hanya dikembalikan Rp1.000," terangnya.

Feri mengaku bingung dengan tarif parkir di Palembang. Karena jukirnya seenaknya menerapkan tarif di luar ketentuan.

"Harusnya ini ditindak, jangan cuma menunggu laporan masyarakat. Awasi dan tindak, kasian masyarakat apalagi jukir di Palembang hampir rata-rata dikelola oleh preman," ungkapnya.

Menyikapi hal itu, Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan, sesuai instruksi Sekda usai melakukan operasi tangkap tangan,  Pemkot Palembang akan mendirikan pos pantau untuk mengawasi masalah parkir ini, khususnya di kawasan destinasi wisata wisata.

Pos pantau ini, nantinya akan diisi oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang berwenang tentang masalah parkir tersebut.

"Sudah kami rapatkan, dan akan segera diterapkan. Nanti selain OPD juga, akan dibantu dari Polri dan TNI. Bahkan, rencananya penindakan tegas akan dilakukan seperti penindakan secara hukum," tegasnya.

Pria yang pernah menjabat Kepala Dishub Kota Palembang ini sudah melakukam koordinasi dengan pihak kepolisian, dan akan meindak tegas jukir nakal yang meminta retribusi parkir diatas ketentian Perda 16/2011, yakni tarif parkir bagi kendaraan roda dua ialah sebesar Rp 1.000 sedangkan kendaraan roda empat Rp 2.000.

"Kami minta petugas pos pantau bertindak tegas, jika mendapati jukir nakal segera tangkap dan serahkan ke pihak kepolisian untuk diproses secara hukum," ungkapnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya