Berita

Rozak/Dok

Nusantara

Istri Meninggal Paska Bersalin, Suami Keluhkan Pelayanan Puskesmas Kalideres

RABU, 18 APRIL 2018 | 15:53 WIB | LAPORAN:

RMOL. Abdul Rozak (36) hanya bisa berdiri sambil mata berkaca-kaca melihat jasad istrinya yang terbaring kaku di kamar jenazah RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, usai menjalani persalinan sekitar pukul 2.30 WIB dinihari tadi (Rabu, 18/4).

Secara mental, Rozak mengikhlaskan kepergian istri tercintanya bernama Sri Yuliawati (34) menghadap sang pencipta. Namun, ia menyayangkan lambannya tindakan medis yang dilakukan oleh pihak Puskesmas Kalideres.

"Awalnya, saya senang ketika mendengar suara bayi. Soalnya tidak diperbolehkan oleh pihak Puskesmas untuk mendampingi istri dalam proses persalinan. Tapi saya kaget, ketika dikasih tahu, istri saya mengalami pendarahan. Namun, nyawa istri saya tidak tertolong ketika sampai di  RSUD Cengkareng, karena terkesan lambat," tutur warga Jalan 20 Desember RT 06 RW 03 nomor 62 Kelurahan Pegadungan ini di RSUD Cengkareng.


Rozak mengaku sempat kaget ketika mendengar penjelasan dari pihak Puskesmas Kalideres bahwa istrinya tidak bisa menjalani operasi cesar.

"Harusnya mereka kan ahlinya yang mengerti, dan bisa dilakukan tindakan lain, jika kondisi si ibu tidak memungkinkan untuk melahirkan secara normal. Setahu saya biasanya, dokter menyarankan harus dioperasi, seperti operasi cesar. Tapi mereka beralasan tidak bisa dilakukan operasi cesar," ucap Rozak.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Irma, seorang petugas Puskesmas Kalideres yang turut serta mengantarkan korban ke RSUD Cengkareng berdalil operasi cesar tidak dilakukan mengingat kepala si bayi sudah terlihat sedikit di mulut rahim istri Rozak.

"Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan pertolongan. Ketika pendarahan pasien sudah kita jahit. Memang sempat kondisi membaik, sempat makan roti, namun karena darah mengalir terus dan sempat kita carikan rujukan, tapi kebanyakan rumah sakit menolak lantaran ruangan penuh. Dan akhirnya kita dapat di RSUD Cengkareng," jelasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya