Berita

Rupe/Net

Dunia

ATM Di India Kembali Krisis Uang Tunai

RABU, 18 APRIL 2018 | 13:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kurang dari 18 bulan setelah larangan sebagian besar uang tunai India meninggalkan jutaan orang mengantri untuk mengambil uang tunai, kini krisis uang tunai kembali terjadi di banyak ATM di India.

Pemerintah India menyalahkan laporan kekurangan uang baru di beberapa negara yang memicu terjadinya dorongan yang tidak biasa dalam permintaan mata uang selama tiga bulan terakhir.

Permintaan uang tunai melonjak hingga 450 miliar rupee dalam dua minggu pertama bulan April saja.


"Pemerintah mengambil semua langkah untuk memastikan bahwa ATM disediakan dengan uang tunai dan untuk mendapatkan ATM non-fungsional dinormalkan pada awal," kata Kementerian Keuangan dalam sebuah pernyataan seperti dimuat CNN.

Menteri Keuangan Arun Jaitley menyebut bahwa dia telah melakukan peninjauan situasi dan masalah kekurangan itu ditangani dengan cepat.

Kementerian keuangan tidak menjelaskan peningkatan mendadak dalam permintaan uang tunai, dan tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar tambahan. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

PT CNI Serahkan Duit Rp401 Miliar ke Kejagung

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:27

Detik-Detik Bareskrim Gerebek Kasino di Batam: Pemain Panik, Rp7,7 Miliar Disita

Senin, 31 Agustus 2026 | 20:23

Owner VIMA Buka Suara soal Legalitas dan Perizinan Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:51

Masyarakat Diminta Berikan Data Jujur untuk Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:46

Enam Perusahaan di Kalimantan Disanksi Terkait Karhutla

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:38

Corpus Juris Civilis Tahun 528 M sebagai Fondasi Hukum Modern

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:34

Destry Pimpin BI Cerminkan Kuatnya Kepemimpinan Perempuan

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:24

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:05

PGNMAS Boyong BerandaMAS di Danantara Housing Expo 2026

Senin, 31 Agustus 2026 | 19:03

Kemenperin Minta Tambahan Anggaran Rp1,72 Triliun

Senin, 31 Agustus 2026 | 18:54

Selengkapnya