Berita

Nusantara

Survei LKPI: Petahana Tapanuli Utara Belum Terkalahkan

RABU, 18 APRIL 2018 | 12:11 WIB | LAPORAN:

. Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) baru-baru melakukan survei untuk melihat elektabilitas pasangan calon bupati dan wakil bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Dalam survei yang melibatkan 1440 responden itu, pasangan petahana Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat memperoleh tingkat elektabilitas 57,2 persen.

"Itu diperoleh berdasarkan pertanyaan tertutup menggunakan kuesioner," ungkap Koordinator LKPI Sumut Andre Gunawan dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (18/4).


Di urutan kedua, ditempati oleh pasangan Jonius Taripar Hutabarat-Frengki Simanjuntak dengan perolehan 17,9 persen.

"Disusul pasangan dari jalur perseorangan Chrismanto-Hotman dengan angka 18,6 persen," lanjut Andre.

Hasil survei tanpa menggunakan kuesioner, yakni melalui jawaban spontan, juga menempatkan pasangan petahana sebagai jawara dengan perolehan elektabilitas sebesar 43,8 persen.

"Kemudian Chrismanto-Hotman 17,2 persen, dan pasangan Taripar-Frengky 16,3 persen," tandas Andre.

Survei yang digelar pada 26 Maret-8 April 2018 itu juga mencari tahu seberapa besar tingkat popularitas dan kapabilitas masing-masing pasangan calon. Untuk popularitas, pasangan Nikson-Sarlandy lagi-lagi unggul dengan 93,2 persen. Disusul pasangan Christmanto-Hotman dengan 62,8 persen, dan pasangan Taripar-Frengky 60,2 persen.

Tak hanya itu, pasangan petahana juga unggul di tingkat akseptabilitas. Mereka unggul dengan 80,3 persen. Disusul Nikson-Sarlandy, 64,8 persen untuk Chrismanto-Hotman, dan 62,2 persen untuk Taripar-Frengky.

Hasil tak jauh beda juga didapat dari tingkat kapabilitas. Nikson-Sarlandy lagi-lagi unggul dengan 82,2 persen. Disusul Chrismanto-Hotman sebesar 63,7 persen, serta Taripar-Frengky 58,3 persen.

Survei LKPI dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sebesar 2,7 persen.

Perolehan survei Nikson Nababan-Sarlandy Hutabarat menurut Andre tidak lepas dari tingkat kepuasan masyarakat atas kinerja petahana yang terbilang tinggi.

"Sehingga persentase yang masih menginginkan pasangan petahana memimpin juga membukukan angka 78,7 persen," demikian Andre. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya