Pembangunan Light Rail Transit (LRT) Jakarta tahap pertama telah
berjalan sejak 2016. Tapi pengerjaan LRT rute Kelapa Gading-Velodrome
denÂgan jarak 5,8 kilometer itu baru mencapai sekiÂtar 70 persen.
Rencananya, pembanguÂnam LRT tahap pertama akan rampung sebelum gelaran Asian Games, 18 Agustus 2018.
Targetnya pada Mei 2018 uji coba selama tiga bulan sebelum beroperasi penuh. Tapi melihat pengerjaannya seperti itu, beÂrarti tidak sesuai dengan rencana awal alias molor.
Menanggapi hal itu, Badan Legislatif DPRD DKI Jakarta berencana menggulirkan pemÂbentukan panitia khusus (panÂsus) proyek tersebut.
Wakil Ketua DPRD DKI JaÂkarta M Taufik mengungkapkan, hak dewan ini akan digulirÂkan jika proyek itu tidak seleÂsai sebelum pesta akbar Asian Games pada Agustus 2018.
"Kami menyoroti ada beberaÂpa kejanggalan di balik proyek ini. Ini sudah jadi perbincangan di dewan. Makanya jika proyek tahap pertama ini tak kunjung selesai pada Juni, maka teman-teman di dewan mendorong dibentuk pansus. Sebab kalau hal ini dibiarkan, maka akan mengganggu proyek LRT taÂhap kedua," kata Taufik kepada
Rakyat Merdeka, kemarin.
Usulan pansus itu, lanjutnya, didasarkan pada anggaran yang dikeluarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dinilainya terÂlalu besar. Artinya, Pansus tidak hanya menyoroti soal molornya proyek yang berujung pada kerugian masyarakat. Tetapi juga menyoroti mahalnya nilai proyek.
"Kaitannya dengan LRT fase kedua. Kami melihat bahwa di fase pertama rasanya telalu mahal dibanding dengan LRT yang lain," kata Taufik.
Diterangkannya, LRT rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 kilometer (km) dengan nilai proyek sekitar Rp 5 triliun itu terlalu mahal dibandingkan dengan LRT Jabodetabek.
Menurut Taufik, dengan pemÂbentukan pansus maka anggaran yang akan digunakan untuk LRT fase dua bakal lebih efisien. LRT fase kedua rute Velodrome- Dukuh Atas diharapkannya lebih murah. Contoh proyek tahap pertama yang panjangnya 5,8 km, biayanya sekitar Rp 6 triliun. Jadi, rata-rata biayanya sekitar Rp 1 triliun per km. Sedangkan proyek tahap kedua jurusan Dukuh Atas-Cibubur sekitar Rp 600 miliar per km.
"Kami akan minta penjelasan kepada PT Jakpro selaku pemilik proyek," ujarnya.
Pembentukan Pansus LRT, lanÂjutnya, tidak dinilai negatif. SeÂbab, akan memberikan masukan-masukan kepada Pemprov DKI dalam membangun infrastruktur di bidang transportasi ini.
"Ini biasa saja untuk memberiÂkan panduan kepada Pemprov bahwa pembangunan fase kedua mesti hemat, jangan membengÂkak," tandasnya.
Menanggapi ini, Wakil GuÂbernur DKI Jakarta Sandiaga Uno tak masalah. Sebab, panÂsus tersebut merupakan hak dewan yang harus dihormati. Sandiaga berjanji akan koopÂeratif dengan DPRD DKI dan membuka luas informasi yang dibutuhkan.
Selambat-lambatnya pada Juli, LRT sudah bisa dioperasiÂkan, sehingga pada pelaksanaan Asian Games sudah bisa digunaÂkan melayani atlet untuk mobilÂisasi dari venue Kelapa Gading, Pulomas, dan Rawamangun (Velodrome).
Meski dikebut, Sandiaga tetap meminta kontraktor memperÂhatikan keselamatan kerja. Dia tidak ingin ada kecelakaan dalam penyelesaian proyek tersebut.
"Tapi saya berani menjamin bahwa proyek LRT akan selesai sesuai target. Atas profesionalÂisme PT Jakpro dan mitranya. Kami memberikan target ini harus beroperasi sebelum Asian Games. Sebab ini benar-benar menjadi taruhan bagi PemÂprov DKI yang mendapat tugas khusus dari pemerintah pusat untuk membangun LRT dan sejumlah venue olahraga," teÂgasnya.
Soal efisiensi anggaran pada pembangunan LRT fase kedua, Sandi mengaku DPRD akan lebih dilibatkan dalam pembaÂhasan-pembahasan.
"Jadi nanti teman dari dewan akan dilibatkan untuk berdiskusi bagaimana kita meminimalisasi, beban terhadap anggaran, beban terhadap APBD, beban terhadap masyarakat," ujarnya.
Direktur Utama PT JakarÂta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi mengatakan, empat bulan jelang pengoperasian kereta, progres pekerjaan fisik LRT Jakarta kini sudah mencaÂpai 70 persen.
Selain pengerjaan konstruksi, pihaknya juga telah menyiapÂkan kesiapan operasi dan peÂmeliharaan hingga 80 persen. Termasuk penyediaan masinis untuk memenuhi target operaÂsional sebelum Asian Games diselenggarakan pada bulan Agustus 2018. ***