Berita

M. Fathurakhman/Net

Nusantara

Perubahan Peringatan HPN Berpeluang Picu Perpecahan Antar Wartawan

SELASA, 17 APRIL 2018 | 22:14 WIB | LAPORAN:

. Rencana Dewan Pers merevisi tanggal peringatan Hari Pers Nasional (HPN) juga dikecam PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Ketua PWI Babel, M. Fathurakhman ikut menyampaikan pernyataan sikap terkait rencana tersebut yang akan dibahas dalam rapat Dewan Pers, Rabu (18/4) besok.

"Kami pengurus dan segenap anggota PWI Provinsi Kepulauan Babel menyesalkan rencana tersebut," tegas Fathurakhman dalam siaran persnya kepada redaksi, Selasa (17/4) malam.


PWI Babel menilai, bahwa Dewan Pers telah membuka peluang terjadinya perpecahan antar wartawan dan organisasi kewartawanan. Hanya demi hasrat segerintil orang untuk dilakukan perubahan tanggal peringatan HPN.

Selain itu, Fathurakhman menilai sikap Dewan Pers di bawah kepemimpinan Yoseph Adi Prastyo kerap meresahkan wartawan dan organisasi kewartawanan.

Khususnya, melalui kebijakannya yang kerap menimbulkan riak serta reaksi negatif dari insan jurnalis.

Termasuk rencana Dewan Pers yang cenderung sepakat untuk mengubah tanggal peringatan HPN atas usul dari beberapa lembaga wartawan yang jumlah anggotanya tidak sebanding dengan jumlah anggota PWI.

Berikut pernyataan sikap PWI Provinsi Babel:

1. Menolak perubahan tanggal peringatan Hari Pers Nasional untuk alasan apa pun dan tetap konsisten peringatan Hari Pers Nasional tanggal 9 February, sebagaimana diatur dalam Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985, tanggal 23 Januari 1985.

2. Mendesak Dewan Pers untuk menghormati sejarah Hari Pers Nasional dan tidak mengangkangi Keputusan Presiden RI Nomor 5 tahun 1985 tanggal 23 Januari 1985.

3. Mendukung sepenuhnya sikap Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang juga menolak tegas perubahan tanggal peringatan Hari Pers Nasional sebagaimana telah ditetapkan dengan Keputusan Presiden Nomor 5/1985 tersebut.

4. Medesak Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk memperhatikan aspirasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi-Provinsi di Indonesia termasuk PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagaimana termaktub pada point 1 pernyataan ini.

5. Mendesak Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) di Jakarta melayangkan MOSI TIDAK PERCAYA kepada Dewan Pers, dalam hal ini kepada Ketua Dewan Pers, Yoseph Adi Prasetyo yang telah memberikan peluang perubahan tanggal peringatan Hari Pers Nasional yang sudah menjadi sejarah pers sejak lama. Sebab tindakan dan atau rencana perubahan tanggal peringatan Hari Pers Nasional yang sudah digadang-gadang Dewan Pers sejak peringatan HPN di Padang, Provinsi Sumbar medio Februari 2018 sebagaimana dimaksud, telah ‘melukai’ seluruh anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) termasuk seluruh anggota PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan tokoh wartawan se Indonesia yang sangat menghormati sejarah perjalanan dan pertumbuhan Pers Indonesia.

6. Mendesak Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk menduduki Dewan Pers sekaligus memperjuangkan pergantian segera jabatan Ketua Dewan Pers yang saat ini dijabat Saudara Yoseph Adi Prasetyo berikut antek-anteknya dan segera melakukan konsolidasi agar terpilih Ketua Dewan Pers yang baru yang lebih dapat mengakomodir seluruh kepentingan wartawan dan organisasi wartawan di Indonesia tanpa bersikap ekslusifitas karena kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.

7. Mendesak Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memperjuangkan revisi statuta Dewan Pers, dan menetapkan pola rekruitmen anggota Dewan Pers yang dilakukan dengan sistem proporsional, yakni satu orang anggota Dewan Pers mewakili setiap 1000 (seribu) wartawan.

8. Meminta Pengurus Pusat Persatuan Wartawan Indonesia untuk bersikap tegas terhadap kebijakan-kebijakan Dewan Pers yang tidak sejalan dengan kepentingan wartawan dan organisasi kewartawanan di Indonesia, dan jika perlu menarik diri sebagai konstituen apabila kebijakan Dewan Pers yang diantaranya ingin merubah tanggal peringatan Hari Pers Nasional tersebut karena merugikan wartawan, tokoh pers dan organisasi kewartawanan.
[sam]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya