Berita

Arsul Sani/RMOL

Politik

Cuma PPP Yang Setuju Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

SENIN, 16 APRIL 2018 | 17:16 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Mayoritas partai politik pendukung Joko Widodo (Jokowi) tidak setuju dengan wacana menduetkan Jokowi sebagai capres dengan Prabowo Subianto sebagai cawapres.

"Tentu yang saya pahami dalam internal koalisi-koalisi dari pendukung pak Jokowi ini tidak semuanya setuju, bahkan sebagian besar saya kira tidak setuju," ujar Sekjen PPP Arsul Sani di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/4).

Meski demikian Arsul tak menyebut partai mana saja yang menolak Prabowo menjadi cawapresnya Jokowi. Sejauh ini parpol yang firm mengusung Jokowi di pilpres 2019 adalah PDIP, Golkar, Nasdem, PPP, Hanura dan PSI.


"Saya tidak tahu persis karena yang tahu persis itu ya Pak Jokowi. Tapi kita juga diinfo oleh beliau bahwa sejauh ini hanya PPP saja yang terbuka terhadap opsi itu," ujar Arsul.

Hal ini pula yang menurutnya menjadikan wacana ini tidak berkembang meski sudah muncul sejak November 2017.

"Buat partai yang tidak setuju alasannya sendiri tidak disebeutkan oleh pak Jokowi ya, sehingga opsi ini kemudian semenjak bulan November 2017 tidak berkembang lagi. Kemudian baru sekitar dua minggu sebelum pencapresan itu kan memang baru ada komunikasi lagi," ujar Arsul Sani.

Meskipun demikian, ia menilai bahwa komunikasi yang dijalin Prabowo dengan Jokowi yang diwakili Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan sebagai bentuk komunikasi yang baik.

"Kita tahu faktanya ada pertemuan itu, intinya ketika ada komunikasi diantara dua kelompok yang katakanlah selama ini arahnya cenderung berkontestasi itu ya bagus buat kita. Daripada tidak berkomunikasi sama sekali," ujar Arsul Sani.[dem]

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Perbedaan Perlakuan Tersangka Jadi Ujian Kesetaraan Hukum

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:23

KDKMP Kembalikan Kendali Ekonomi ke Warga Desa

Minggu, 09 Agustus 2026 | 08:19

Jangan Terjebak Angka, Pertumbuhan Ekonomi Harus Berdampak ke Masyarakat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:24

Gus Salam: Caketum PBNU Harus Bersaing Secara Sehat

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:21

Kuasa Hukum Yaqut Tegaskan Kebijakan Kuota Haji Harus Dinilai Utuh

Minggu, 09 Agustus 2026 | 07:14

Konsolidasi Rakyat untuk Pemerintahan Bersih

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:48

Petani Diminta Jangan Tertipu Konten Pupuk Viral di Medsos

Minggu, 09 Agustus 2026 | 06:23

Menteri Luar Negeri Layak Diganti karena Dicap Tidak Profesional

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:54

InfraNexia jadi Pilar Utama Bisnis Telkom untuk Wholesale Connectivity

Minggu, 09 Agustus 2026 | 05:27

BGN Libatkan Peran Guru Perkuat Pengawasan MBG

Minggu, 09 Agustus 2026 | 04:48

Selengkapnya