Berita

Nasaruddin-Hasto/Net

Politik

PDIP Dan Imam Besar Istiqlal Bahas Islam Nusantara

RABU, 11 APRIL 2018 | 23:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama pengurus Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) menemui Imam Besar Masjid Istiqlal KH. Prof. Nasaruddin Umar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Rabu (11/4).

Pertemuan dimaksudkan untuk bersilaturahim dan bertukar cerita tentang sejarah Istiqlal dan keislaman Presiden Sukarno.

Hasto menjelaskan, kunjungannya itu dilakukan karena ditugaskan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati menitipkan pesan agar disampaikan proses kaderisasi di internal PDIP yang mengajarkan keislaman serta sejarahnya.


"Di mana Bung Karno juga selalu menegaskan artinya Islam. Islam yang berkemajuan, Islam nusantara yang berkemajuan untuk Indonesia raya," kata Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga berusaha meluruskan sejarah yang menjauhkan Bung Karno dengan Islam. Satu caranya dengan memberikan beberapa buku, diantaranya berjudul "Bung Karno, Islam, dan Pancasila" kepada Nasaruddin.

"Secara khusus kami menyerahkan buku tentang sejarah Bung Karno dengan Islam. Kalau kita lihat tentang kepemimpinan dan berbagai hal tentang tanggung jawab sosial. Makanya kami bagikan cetakannya ke seluruh perpustakaan dan SLTA," ujarnya.

Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri menyampaikan, kunjungan pengurus PDIP menemui Imam Besar Masjid Istiqlal juga merupakan langkah menjaga persatuan NKRI. Menurut dia, syarat suatu bangsa untuk maju adalah harus bersatu dan merawat keberagaman.

"Enggak mungkin suatu negara akan maju, makmur, dan berdaulat tanpa persatuan dan kesatuan yang kokoh. Hal semacam ini, seperti Pak Sekjen katakan, akan terus dirawat PDIP," ujarnya.

Di sela dialog, Hasto mengundang Nasaruddin Umar dalam acara peletakan batu pertama masjid yang akan dibangun PDIP beberapa waktu ke depan.

Adapun Nasaruddin Umar mengaku terkejut mengetahui pengurus PDIP akan menemuinya. Dia merasa terkejut seperti saat mengetahui ada tokoh-tokoh besar lainnya datang ke Istiqlal untuk berbincang soal Islam dan Indonesia.

"Saya enggak tahu mimpi apa ini. Wakil Paus juga pernah ke sini. Ini contoh masjidnya Nabi, ada tokoh lintas agama. Nabi itu dekat dengan semua, dekat dengan kemanusiaan," ungkap Nasaruddin.

"Ini masjid kita bersama. Tanpa Bung Karno kita enggak mungkin punya masjid sebesar ini. Istiqlal itu menjadi simbol Indonesia," ujar Nasaruddin menambahkan. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya