Berita

Nusantara

Evaluasi Total PD Pasar Jaya!

RABU, 11 APRIL 2018 | 16:09 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno diminta melakukan evaluasi total terhadap kinerja para petinggi PD Pasar Jaya.

Salah satu BUMD yang mengurusi masalah pangan itu disebut miskin inovasi serta minim prestasi.

"Padahal Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sudah berkali-kali mendorong agar PD Pasar Jaya bersiaga dalam menghadapi kebutuhan pokok warga ibukota menjelang bulan Ramadhan," kata Ketua Bidang Kaderisasi Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Islam Indonesia (PW GPII) DKI Jakarta, Herlambang Wibowo melalui pesan tertulisnya, Rabu (11/4).


Herlambang menilai, PD Pasar Jaya di bawah kepemimpinan Nasrudin Arief sejak dilantik 2015 lalu tidak mampu prestasi mengkilat.

"Pasar Jaya tidak bisa menunjukkan salah satu fungsi BUMD tersebut, yaitu pembinaan pedagang," ujar dia.

Hal lain yang disorot adalah dugaan pengingkaran perjanjian oleh pengelola Pasar Senen Blok III terhadap pedagang lama korban kebakaran. Sebab para pedagang pasar merasa keberatan karena harus melunasi kiosnya.

Kata Herlambang, berdasarkan hasil pengecekan langsung ke lapangan, para pedagang merasa kebingungan dan tidak mampu melunasi secara langsung.

"Mereka itu para pedagang yang baru tertimpa kerugian besar karena barang dagangan serta kiosnya ludes terbakar. Janjinya kan setelah mencicil uang muka tebusan kios selama delapan kali, sisanya dicicil 36 kali. Ternyata mereka harus melunasi, kalau tidak pedagang korban kebakaran tersebut bisa hilang haknya memperoleh kios kembali," terang Herlambang.

Oleh karenanya, menurut Herlambang, GPII Jakarta sebagai bagian alat perjuangan ummat merencanakan untuk menyampaikan aspirasi pedagang tersebut ke Gubernur DKI Jakarta.

"Kami meminta Pak Gubernur Anies segera mencarikan solusi atas keresahan para pedagang lama, karena diindikasi ada permainan kotor dalam jual-beli kios oleh pihak pengelola pasar. Karena pengelola memprioritaskan 500 pedagang baru yang memiliki ekonomi kuat masuk ke pasar ini. Bahkan, para pedagang baru tersebut diduga merangkap sebagai calo jual beli surat izin penunjukkan tempat usaha atau SIPTU dan kios," tandasnya.

Asisten Manager Humas PD Pasar Jaya, Amanda Gita Dinanjar yang dikonfirmasi membenarkan bahwa pedagang Pasar Senen Blok III kalau mau masuk ke bangunan baru harus lebih dulu melunasi kiosnya.

"Kalau tidak mampu melunasi secara tunai, kita bantu fasilitasi melalui bank," kata Amanda.

Selain itu, menurut dia, para pedagang sudah diberikan keringanan waktu mencicil uang muka sebesar 20 persen selama 9 bulan, sejak pedagang menandatangani Surat Penunjukan Tempat (SPT) yang dituangkan dalam klausul SPT setiap pedagang.

Amanda menambahkan, nantinya sisa pelunasan Hak Pemakaian Tempat Usaha (HPTU) yang 80 persen akan Pasar Jaya fasilitasi pemberian kredit Tempat usaha/kios melalui kerjasama denggan beberapa lembaga keuangan, seperti Bank BNI,DKI dan BPR.

"Hal ini berlaku bagi pedagang yang tidak bisa menyelesaikan pembayaran secara tunai dengan jangka waktu 36 sampai 60 bulan," tandasnya. [sam]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Bahlil Dinilai Main Dua Kaki untuk Menjaga Daya Tawar Golkar

Senin, 09 Februari 2026 | 12:07

Informan FBI Ungkap Dugaan Epstein Mata-mata Mossad

Senin, 09 Februari 2026 | 12:02

Purbaya Ungkap Penyebab Kericuhan PBI BPJS Kesehatan: 11 Juta Orang Dicoret Sekaligus

Senin, 09 Februari 2026 | 11:55

Mantan Menteri Kebudayaan Prancis dan Putrinya Terseret Skandal Epstein

Senin, 09 Februari 2026 | 11:38

Mensos: PBI BPJS Kesehatan Tidak Dikurangi, Hanya Direlokasi

Senin, 09 Februari 2026 | 11:32

Industri Tembakau Menunggu Kepastian Penambahan Layer Cukai

Senin, 09 Februari 2026 | 11:26

Langkah Prabowo Kembangkan Energi Terbarukan di Papua Wujud Nyata Keadilan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:25

WNA China Tersangka Kasus Emas 774 Kg Diamankan Saat Diduga Hendak Kabur ke Perbatasan

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16

Tudingan Kapolri Membangkang Presiden Adalah Rekayasa Opini yang Berbahaya

Senin, 09 Februari 2026 | 10:51

Februari 2026 Banjir Tanggal Merah: Cek Long Weekend Imlek & Libur Awal Puasa

Senin, 09 Februari 2026 | 10:46

Selengkapnya