Berita

Olahraga

Marwah PPPON Cibubur Akan Kembali Diangkat

SENIN, 09 APRIL 2018 | 23:47 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menyusul pelantikan 132 pejabat di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) belum lama ini, Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora melakukan serah terima jabatan (Sertijab) pada jajarannya di Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur, Jakarta Timur, Senin (9/4).

Dijadikannya PPPON Cibubur sebagai tempat sertijab memiliki makna khusus, yakni menyegarkan dan menegaskan kembali pentingnya PPPON sebagai kawah candradimuka pembangunan pemuda Merah Putih.

"Kami sengaja melaksanakan Sertijab di PPPON. Mengapa? Untuk mengangkat kembali marwah PPPON. Dulu PPPON adalah  ikon pemuda," ujar Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof. Faisal Abdullah, usai acara Sertijab Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga tersebut.


"PPPON ini sempat puluhan tahun sebagai kawah candradimuka penggemblengan kepemimpinan tunas muda harapan bangsa," lanjutnya, mengenang masa kejayaan PPPON yang terkenal karena menjadi tempat berbagai program dan perhelatan pembinaan pemuda nasional.

Sertijab yang melibatkan 23 pejabat eselon 2 hingga 4 ini disaksikan oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Prof. KH. Asrorun Niam dan Staf Ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif Dr. Jonni Mardizal.

Jonni Mardizal mengamini pernyataan Prof Faisal. Banyak kader yang lahir dari PPPON dengan berbagai programnya, antara lain TANASDA, TARPADNAS dan PPBN. Termasuk juga Paskibraka dan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

Guna mengembalikan marwah PPPON sebagai ikon Pemuda, Deputi 1 bertekad menjadikan tempat yang menyediakan berbagai fasilitas tersebut, sebagai model Sentra Pemberdayaan Pemuda (SPP) tingkat nasional. Sehingga dapat menjadi rujukan terbentuknya SPP di daerah. Inilah sebuah semangat baru dalam mendorong tercipta pola pembangunan kepemudaan yang kuat.

"InsyaAllah salah satu pola pembangunan itu adalah SPP yang memang nomenklaturnya terpatri pada penjelasan UU Kepemudaan. Jadi, sisi legalitasnya sudah kuat sekali. Apalagi kini telah dipertajam dengan telah lahirnya dua Permenpora yang telah berkaitan dengan SPP itu," ujar Faisal menegaskan.

Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Asrorun Niam menyambut positif tekad untuk mengangkat kembali marwah PPPON. Bahkan sudah menyiapkan perhelatan akbar di tempat tersebut.

"Pada 2 Mei nanti, kita akan dilaksanakan pertemuan pemuda tingkat ASEAN. Kegiatan  kepemudaan pelajar ini dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dan melibatkan organisasi yang berbasis pelajar seperti PMII, IMM dan lainnya, aka dihadiri sekitar 5000 pemuda," jelas Niam.

Kepala PPPON yang baru saja dilantik Suryati juga menyambut baik dijadikannya PPPON sebagai tempat sertijab ini. "Ayo kita revitalisasi PPPON. Saya siap jika pimpinan dan semua pemangku kepentingan mengangkat PPPON, sebagai National Youth Center misalnya," kata Suryati penuh semangat.

Dalam konteks pembangunan pemuda, Deputi 1 juga mengingatkan pentingnya semua jajaran pejabat dan pegawai di Kedeputian 1 untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi serta kemampuan berinovasi  dalam mencari terobosan-terobosan baru mengembangkan pola pemberdayaan pemuda di era milineal.

"Anggaran yang ada pada APBN misalnya, dapat menjadi stimulan untuk mendorong kontribusi dana non APBN (CSR, swasta, masyarakat/LSM) dalam mempercepat pencapaian target-target kinerja pemberdayaan pemuda tingkat nasional dan daerah," tambah Faisal.

Digital Inovation Lounge (DILO) yang sudah ada di Kantor Kemenpora hasil kerjasama dengan Telkom dan diresmikan Menpora beberapa waktu lalu, lanjut dia, juga bisa dimanfaatkan oleh pegawai Kemenpora untuk belajar dan menempa kualitas diri.

DILO yang sudah ada di 18 lokasi di Indonesia, tidak lain juga merupakan salah satu model SPP yang dapat menjadi hub pengembangan SPP khususnya yang berasis pada teknologi informasi dan komunikasi, di berbagai daerah. Kerjasama dan sinergi Kemenpora dengan berbagai pihak untuk menghadirkan SPP sebagai pola pembangunan pemuda memang terus terus didorong dan digalakkan. Baik dengan pemerintah daerah, BUMN mapun pihak swasta. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya