Berita

Mahathir Mohammad/Net

Global

Jelang Pemilu, Mahathir Mohamad Umumkan Logo Bersama Oposisi

SABTU, 07 APRIL 2018 | 09:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan perdana menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengumumkan bahwa aliansi oposisi yang sekarang dipimpinnya akan menentang pemilihan umum yang akan datang di bawah logo partai mantan musuh politiknya, Anwar Ibrahim.

Mahathir yang saat ini berusia 92 tahun adalah calon perdana menteri oposisi yang maju untuk menggulingkan mantan anak didiknya, Perdana Menteri Najib Razak dan koalisi Barisan Nasional dalam pemilu mendatang di Malaysia.

Mantan perdana menteri itu bergandengan tangan dengan mantan wakilnya dan pemimpin oposisi, Anwar, yang berada di penjara, mengakhiri permusuhan yang telah membentuk politik negara itu selama dua dekade.


Koalisi Mahathir Pakatan Harapan (PH) mengajukan permohonan tahun lalu untuk mendaftarkan logo lain, tetapi mengatakan tidak menerima tanggapan dari pihak berwenang. Dia mengklaim bahwa itu adalah salah satu dari banyak langkah oleh Najib untuk memperlambat momentum oposisi.

Tapi logo Partai Keadilan Rakyat Anwar, menampilkan dua bulan sabit, telah diakui secara resmi selama beberapa tahun.

"Saya sangat bahagia, sesuatu yang mungkin tidak mungkin di masa lalu telah dilakukan oleh kita semua sekarang," kata Mahathir kepada lebih dari 3.000 orang di sebuah unjuk rasa oposisi di negara bagian selatan Johor jelang akhir pekan ini.

"Dalam pemilihan umum ke-14, keempat partai akan menggunakan satu simbol, yaitu simbol Keadilan," kata Mahathir, mengacu pada logo yang diadopsi, seperti dimuat Bernama. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

UPDATE

Investasi Jakarta Tertinggi Nasional, Tumbuh 22,1 Persen

Rabu, 04 November 2026 | 00:34

Pemerintah Optimis Polri Bakal Bongkar Aktor Intelektual Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 00:20

Geledah Pukul 03.20

Rabu, 04 November 2026 | 00:04

Peduli Karhutla, PKSS Salurkan Ribuan Masker dan Susu Steril

Selasa, 03 November 2026 | 23:43

Listyo Sigit Cs Salah Pilih Lawan, Akhirnya Masuk Penjara

Selasa, 03 November 2026 | 23:22

WNA China Praperadilkan BNN di PN Jaktim terkait Narkoba

Selasa, 03 November 2026 | 23:00

Ditanya soal Gibran Ikut Disadap, Yusril: Wallahu A'lam bish-Shawab

Selasa, 03 November 2026 | 22:45

TEI 2026 jadi Pintu Ekspor Produk Sawit dan Pangan Indonesia

Selasa, 03 November 2026 | 22:32

Ini Kronologi Penyadapan Prabowo oleh Listyo Sigit Dkk

Selasa, 03 November 2026 | 22:29

Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin BUMN dengan Nilai Integritas dan Nasionalisme

Selasa, 03 November 2026 | 22:13

Selengkapnya