Berita

Penumpukan penumpang di Perancis/BBC

Dunia

Serikat Pekerja Mogok, Jaringan Kereta Api Perancis Terganggu

RABU, 04 APRIL 2018 | 07:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Jaringan kereta api Perancis mengalami gangguan karena gelombang pemogokan terhadap reformasi tenaga kerja Presiden Emmanuel Macron sedang berlangsung.

Awal pemogokan telah dijuluki sebagai "Black Tuesday". Namun aksi tersebut akan berlangsung menyebar selama tiga bulan dan mengganggu jaringan kereta api selama beberapa waktu.

Staf di kereta api negara SNCF memimpin pemogokan, tetapi sektor energi dan pengumpulan limbah juga terpengaruh.


Aksi pemogokan itu menghadirkan tantangan terbesar bagi Presiden Macron sejak pemilihannya Mei tahun lalu.

Serikat pekerja mengatakan beberapa rencana untuk merombak SNCF yang banyak berutang akan membuka jalan bagi privatisasi.

Hal itu mendorong serikat pekerja kereta api melakukan aksi mogok dengan sekitar 77% pengemudi SNCF diyakini mogok.

Akibatnya, seperti dimuat BBC, jalur komuter ke Paris juga telah dipangkas dan layanan bus mengalami penuh sesak karena banyak komuter yang beralih menggunakan bus.

Situs web yang mengukur lalu lintas mobil di sekitar ibukota mencatat ada sekitar 420 km kemacetan di jam sibuk akibat banyak yang membawa kendaraan pribadi.

Layanan internasional lebih terpengaruh. Eurostar memiliki 75% kereta yang beroperasi dan layanan Thalys ke Belgia, Belanda dan Jerman hampir normal, tetapi tidak ada layanan ke Spanyol, Swiss atau Italia. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya