Berita

Ilustrasi/BBC

Dunia

Tarif 25 Persen AS Pengaruhi 1.300 Impor China

RABU, 04 APRIL 2018 | 06:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

AS telah menerbitkan daftar sekitar 1.300 produk dari China yang rencananya akan terkena imbas dari penerapan tarif impor 25%.

Gedung Putih mengatakan pajak tambahan yang diusulkan pada impor adalah respon terhadap praktek-praktek China yang tidak adil di sekitar hak kekayaan intelektual.

Daftar luas termasuk barang-barang seperti produk medis, televisi dan sepeda motor. Para ekonom telah memperingatkan langkah itu dapat mendorong China untuk membalas dan menyebabkan harga lebih tinggi untuk konsumen Amerika.


Rilis daftar ini dilakukan setelah China mencapai USD 3 milyar produk AS dengan tarif sebagai tanggapan atas tarif baja dan aluminium yang telah dikenakan AS.

Produk-produk dalam daftar yang diterbitkan AS pada Selasa (3/4) mewakili impor senilai sekitar USD 50 miliar per tahun.

Tahun lalu AS mengimpor barang dari China senilai sekitar USD 506 miliar.

Kantor Perwakilan Perdagangan AS, yang menangani perundingan perdagangan, mengatakan jumlah itu tepat baik dalam kaitannya dengan kerugian yang diperkirakan terhadap ekonomi AS dan untuk memperoleh penghapusan tindakan, kebijakan dan praktik berbahaya China.

Daftar akhir akan ditentukan setelah periode komentar publik dan peninjauan diharapkan berlangsung sekitar dua bulan.

Rencana untuk tarif adalah hasil dari penyelidikan yang Presiden AS Donald Trump pesan tahun lalu ke dalam praktik kekayaan intelektual China. Demijian seperti dimuat BBC.[mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya