Berita

Arsul Sani/Net

Politik

Arsul Sani: Larangan Mantan Napi Korupsi Caleg Tidak Punya Landasan Hukum

RABU, 04 APRIL 2018 | 01:34 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Wacana pelarangan terhadap mantan narapidana korupsi maju diri sebagai Caleg dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) merupakan keputusan yang tidak memiliki landasan hukum.

Begitu penilaian Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. Menurutnya, KPU harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan DPR sebelum membuat aturan.

"Landasannya apa? Undang-undangnya enggak ada, putusan pengadilannya juga enggak ada, apa dong dasarnya?" ujar Arsul Sani di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (3/4).


Politisi PPP ini menambahkan, kecaman terhadap aturan tersebut bukan berarti dirinya tidak pro pemberantasan kprupsi. Ia menilai aturan tersebut sudah menyerempet hak asasi manusia.

"Melarang orang untuk mencalonkan itu kan termasuk pembatasan HAM, itu harus dengan UU atau paling tidak dengan putusan pengadilan, tidak bisa dengan putusan penyelenggara Pemilu saja, kalau itu diuji materi, saya yakin bakal putus di Mahkamah Agung," jelasnya.

Arsul juga meyakin wacana itu bisa di revisi oleh DPR, bahkan sangat mungkin direvisi meskipun dihimpit waktu yang singkat. Keyakinan Asrul lantaran DPR bisa menyelesaikan revisi UU MD3 dalam waktu yang singkat.

"Ya memungkinkan saja, permasalahannya ini ada political will enggak dari KPU dan DPR nya? Wong, UU MD3 saja dalam satu hari bisa selesai kok," ujar Arsul. [nes]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya