Berita

Ilustrasi pengungsi Suriah/Net

Dunia

Pemberontak Mulai Angkat Kaki, Suriah Siap Ambil Kendali Ghouta Timur

SELASA, 03 APRIL 2018 | 10:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Suriah tampaknya siap untuk mendapatkan kembali kendali atas kota yang dikuasai pemberontak terakhir di kawasan Ghouta Timur yang dekat dengan ibu kota Damaskus.

Media pemerintah awal pekan ini mengabarkan bahwa anggota pertama kelompok pemberontak Jaysh al-Islam telah meninggalkan Douma dengan bus dan melakukan perjalanan ke kota Jarablus di utara.

Sekutu kunci pemerintah Rusia mengumumkan pada hari Minggu bahwa Jaysh al-Islam telah menyetujui evakuasi. Namun, sejauh ini belum ada konfirmasi dari kelompok itu,


Jaysh al-Islam sendiri diketahui terus bertahan setelah dua faksi pemberontak lainnya, Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham, setuju bulan lalu untuk dievakuasi dari kota-kota di bawah kendali mereka ke provinsi Idlib yang sebagian besar dikuasai pemberontak.

Lebih dari 1.600 orang dilaporkan telah tewas dan ribuan orang terluka sejak pemerintah dan sekutu-sekutunya melancarkan serangan pada pertengahan Februari untuk merebut kembali Ghouta Timur, yang merupakan kubu pemberontak besar terakhir di dekat Damaskus.

Kantor berita resmi Sana mengatakan 629 pejuang dan anggota keluarga mereka telah meninggalkan kota dengan 12 bus dan masuk ke wilayah yang dikuasai pemerintah melalui pos pemeriksaan al-Wafideen di dekatnya, dari mana mereka kemudian akan melakukan perjalanan ke Jarablus, di perbatasan dengan Turki.

Sebuah umpan langsung dari pos pemeriksaan yang disiarkan oleh militer Rusia menunjukkan beberapa bus tiba dan kemudian pergi, tetapi tidak jelas siapa yang naik. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya