Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Tiga Personel Ditsabhara Polda Gorontalo Terancam Pidana

SELASA, 03 APRIL 2018 | 05:05 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Tiga orang personel Polri berpangkat Brigadir Dua (Bripda) yakni Sigit Tomahayu, Apit Lesna dan Wais Datau yang menganiaya juniornya Bripda Isnain Yusuf terancam pidana.

Kepala Divisi Propam Mabes Polri, Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, dirinya telah meminta agar ketiga personel Ditsabhara Polda Gorontalo itu dipidanakan.

"Saya sudah perintahkan agar dipidanakan untuk kasus penganiayaan itu, dan sedang disidik oleh Ditkrimum Polda Gorontalo," kata Martuani saat dikonfirmasi wartawan, Senin (2/4).


Sementara, Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Wahyu Tricahyono mengatakan, sesuai perintah Kapolda Gorontalo, jika dalam kasus penganiayaan tersebut ada unsur tindak pidana maka harus langsung diproses.

Wahyu menambahkan, kemungkinan mereka dipecat juga terbuka.

"Tapi tergantung bagaimana pimpinan melihat daripada si pelaku," pungkasnya.

Penganiayaan ini berawal dari Bripda Isnain Yusuf ditelpon pada 24 Maret oleh teman saru Letting (angkatan) bernama Bripda Haris Musa yang menyampaikan undangan ke rumah Bripda Sigit Tomahayu.

Sesampainya di sana, IY, HM, MAM dan FZ diminta masuk ke sebuah kamar.Di kamar tersebut, mereka dipukuli oleh para senior. Korban ditampar berulang kali menggunakan dua tangan dan dipukul perutnya.

Penyebabnya bermula pada Februari 2018 lalu, saat salah satu korban sedang live di akun Instagramnya. Saat itu, korban masih berstatus siswa di Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan Polda Sulawesi Utara.

Pelaku lalu menyapa korban di live dengan kata "komandan". Namun, sapaannya tidak digubris sehingga pelaku sakit hati. Pelaku lalu balas dendam ke korban. [sam]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya