Berita

Fadli Zon/RMOL

Politik

Gerindra: Harimau Jawa Pengancam Santet Prabowo Suruhan Lawan Politik

SENIN, 02 APRIL 2018 | 20:22 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Partai Gerindra emoh meladeni ancaman seorang pria yang mengaku berjuluk Harimau Jawa kepada Prabowo.

Pria berambut gondrong itu mengancam akan mencederai Prabowo Subianto dengan ilmu santet, hingga Ketua Umum Partai Gerindra itu lumpuh dan stroke.

"Ya saya kira orang seperti itu tidak perlu ditanggapi ya," ujar Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/4).


Fadli menyebut Harimau Jawa tidak mengerti isi pidato Prabowo soal Indonesia Bubar 2030 sehingga membabibuta mengancam Prabowo dengan santet. Dia mengira Harimau Jawa merupakan orang suruhan dari lawan politik.

"Yang kita dengar seperti itu," tutur Fadli Zon.

Fadli menambahkan partainya mungkin saja membawa kasus ini ke ranah hukum bila situasinya sudah menjadi-jadi.

"Tentu kita akan laporkan kalau perlu dilaporkan, ya meskipun hukum kadang-kadang memihak kepentingan penguasa," sindir Fadli Zon.

Berikut kutipan ancaman Harimau Jawa ke Prabowo seperti terekam dalam video yang viral di jejaring youtube.

"Ingat Prabowo Subianto, Anda sudah menyakiti pahlawan yang sudah meninggal. Anda menyakiti pejuang nusantara. Anda menyebarkan tahun 2030 Indonesia hancur.

Nda sampe 2030 Anda sendiri yang akan hancur, dan Saya yang akan menghancurkan Anda. Tahun 2030 maksimal, sampeyan tak bikin lumpuh. Ingat, kelumpuhan samyepan, sakitnya sampeyan itu saya pelakunya.

Pak Prabowo Subianto, sampeyan ingat-ingat. Yang menjadikan Anda itu lumpuh stroke, itu saya. Karena saya akan bekerjasama dengan alam, bekerjasama dengan kekuatan nusatara untuk memberikan sampeyan karma,".[dem]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya