Berita

Fahri Hamzah/RMOL

Politik

Fahri Hamzah: Pidato "Panas" Prabowo Subianto Harus Diperdebatkan

SENIN, 02 APRIL 2018 | 16:27 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal kesenjangan ekonomi sebagai hal yang menarik untuk dikaji dan didiskusikan.

Mantan Danjen Kopasus itu mengeluarkan pernyataan bahwa kesenjangan ekonomi terjadi karena elit politiknya rakus, bermental maling dan hatinya beku.

"Menarik untuk kita pertimbangkan dan harusnya ada yang meneruskannya, termasuk kalau bisa ya Pak Prabowo dan Pak Jokowi sebagai elit penting dalam politik Pilpres 2019, kita harus mulai berdebat mengenai hal itu," ujar Fahri di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/4).


Politisi PKS ini mengatakan bahwa hal tersebut patut dikaji untuk menguji kebenaran dari isi pidato tersebut.

"Ayo kita perdebatkan itu sebagai persoalan yang jangan-jangan itu memang benar ada, dan substantif," tutur Fahri.

Dia juga menambahkan bahwa dirinya bisa sepakat terhadap penyataan 'panas' Prabowo terkait elit politik dan menilai bahwa saat ini memang mengalami pendangkalan dalam berpikir dan bersikap.

"Saya bisa saja sama dengan Pak Prabowo dalam memandang isu ini ya, kalau ditanya mengenai elit itu, menurut saya, kita sebagai bangsa memang mengalami pendangkalan, kemampuan kita menarasikan situasi itu memang dangkal, termasuk sikap kita juga dangkal," imbuhnya.

Menurutnya, kebijaksanaan seorang elit politik saat ini harusnya mampu bersikap dan berpikir sesuai dengan jati diri negara Indonesia di mata dunia yaitu sebagai posisi sebagai poros baru dengan pemikiran alternatif dan bukan ikut-ikutan negara maju lainnya saja.

"Kita harusnya memberikan pemikiran alternatif. Kita punya pandangan yang berbeda, sebagai poros baru kita anti tesis dari dua pikiran negara kuat, namun sayangnya elit politik kita saat ini tidak dalam terhadap hal itu," demikian Fahri Hamzah. [rus]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya