Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Prabowo Sedang Mengukur Kesetiaan PKS

SABTU, 31 MARET 2018 | 14:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Hingga saat ini pencapresan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto masih maju mundur. Salah satu sebabnya karena Gerindra belum menemukan mitra koalisi.

Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan di saat-saat seperti ini, Prabowo sedang mengukur kesetiaan PKS.

"Prabowo sedang mengukur juga kesetiaan koalisinya. Terutama PKS yang sudah jadi soulmate," ucap Iwel, Sabtu (31/3).


Gerindra masih terhadang dengan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) 20 persen suara. Gerindar yang hanya memiliki 13 persen suara tidak bisa mengajukan pasangan capres-cawapres sendiri.

Sementara itu, saat ini PKS sedang menggodok capres atau cawapres internal yang berjumlah sembilan orang.

Menurut Iwel, dalam menjaga konsolidasi internal, PKS akan terus 'memasarkan' sembilan bakal capres atau cawapres internal tersebut.

Dengan demikian, PKS belum akan menyatakan mendukung atau tidak mendukung Prabowo dalam waktu dekat.

Iwel memperkirakan, PKS baru akan memutuskan dukungan untuk Pilpres 2019 selesai Pilkada 2018 akhir Juni atau jelang pendaftaran pasangan capres-cawapres pada awal Agustus.

Sebelumnya, banyak yang memperkirakan Prabowo akan deklarsi nyapres di forum Rakornas Gerindra pada 11 April, dengan syarat PKS sudah dukung Prabowo. [rus]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya