Berita

Hukum

Sabu 1,6 Ton Yang Diamankan Di Kepri Dibuat Di Pulau Tak Bertuan Myanmar

KAMIS, 29 MARET 2018 | 14:19 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Selain siapa sindikat penyelundupan 1.6 ton narkoba jenis sabu yang ditangkap di Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau beberapa waktu lalu, Polri atas bantuan Kepolisian China juga berhasil mengungkap dimana barang haram itu diproduksi.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Daniyanto mengatakan, ternyata asal sabu 1,6 ton yang berhasil ditangkap oleh tim gabungan Bareskrim Polri dan Bea Cukai diproduksi di Myanmar.

Hal ini terungkap setelah Bareskrim Polri menerima hasil interogasi Kepolisian China kepada para tersangka.


"Ini sabu dari Myanmar. Di sebuah pulau tak bertuan," kata Eko di PTIK, Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis (29/3).

Artinya, sabu tersebut satu produsen dengan sindikat yang sebelumnya ditangkap oleh BNN dan Angkatan Laut di
perairan Kepulauan Riau yang menggunakan kapal MV Sunrice Glory dengan barang bukti 1,3 ton. Menurut Eko, memang tempat produksi sama namun ia memastikan sindikatnya berbeda.

"Packaging saja beda. Kalau packagingnya sama, ada kemungkinan. Yang AL dia model kaya plastik putih bening, kotor lagi. Ini bersih, rapih, dikemas hijau muda, kemasan greentea. Dipastikan (sindikat) yang ditangkap AL dan BNN dengan yang 1,6 ton itu beda," bebernya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri sudah mengetahui sindikat hingga pengirim alias bos dari penyelundup 1,6 ton narkoba jenis sabu yang menggunakan kapal nelayan itu. Dengan terbukanya sindikat ini, Eko mengaku telah mengantongi identitas, termasuk dimana posisinya saat ini.

"Dia (Polisi China) bilang kalau mereka pulang, mereka langsung bekerja mengejar pengendali dan bosnya," pungkasnya. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya