Gaya kampanye paslon nomor satu Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum) dalam Pilkada 2018 diapresiasi kalangan Kiai.
Sekretaris Panitia Isra Mi’raj Kabupaten Ciamis, KH. Cep Romli mengingatkan, kedua pasangan itu diingatkan agar terus menjaga konten kampanyenya tetap positif, kaya dengan ide dan gagasan yang inovatif.
"Kami yakin Rindu selalu istiqomah dengan konten-konten kampanye positif, menawarkan ide, gagasan, dan program terbaiknya. Masyarakat juga terbuka dengan gagasan dan program Rindu yang inovatif. Kalau ini terus dilakukan, Isnya Allah Rindu juara,†kata dia dalam surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (28/3).
Tak hanya itu, para kyai juga mengingatkan agar Rindu terus menjaga tali silahturahmi dengan para kiai dan Lembaga pesantren.
"Di sini, kami para kiai selalu menjaga kondusifitas santri dan warga agar selalu rukun dan damai, cermat memilih calon pemimpinnya dan jangan mudah terpancing isu yang tidak benar. Lakukan tabayyun atau klarifikasi jika mendengar isu yang tidak jelas,†ujar Cep Romli.
Kandidat Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengapresiasi nasihat para kiai di acara tersebut.
"Saya dengar sendiri kyai bilang, jangan datang hanya disaat ingin dipilih, setelah dipilih tidak perhatikan para kyai, santri dan Lembaga Pendidikan keagaam. Para kyai jera, didatangi hanya saat kepentingan politik, setelah jadi, jangankan datang, komunikasi pun tidak,†kata Kang Uu menirukan ucapan salah seorang kiai.
Menurut dia, ada dua prinsip dalam berpolitik baginya. Pertama, Jangan menjelek-jelekan orang lain, kedua jangan memutuskan tali silahturahmi.
Dia menjelaskan, bisa menjadi Bupati Tasikmalaya dua periode, karena terus menjaga tali silahturahmi. Pada pemilihan bupati periode pertama, tingkat partisipasi pemilih hanya 34 persen, tapi pada periode kedua, tingkat partisipasi pemilih mendekati 70 persen.
"Kenapa itu terjadi? karena saya terus melakukan silahturahmi, mendekati warga dengan komunikasi. Dalam konteks Pilkada, hubungan saya denga para kyai dan santri, tidak selesai hanya setelah pemilihan gubernur, tapi ini adalah hubungan silahturahmi yang terus akan berkelanjutan,†jelas Bupati Tasikmalaya yang terkenal dengan konsep gerbang desa ini.
Kang Uu menjelaskan, jika takdirnya Rindu terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jabar, maka dia akan berjuang memperhatikan kesejahteraan kyai, pesantren dan para santri, melalui Perda Pesantren yang sudah lebih dulu diperkenalkan oleh Ridwan Kamil, calon Gubernur pasangannya.
Melalui Perda pesantren itulah, menurut Kang Uu, lembaga pesantren akan mendapatkan alokasi anggaran APBD untuk membangun Pendidikan pesantren menjadi lebih baik dan modern.
"Sekaligus juga meningkatkan kesejahteraan guru ngaji, memberikan anggaran Pendidikan yang memadai bagi para santri, dan menambah kegiatan wirausaha di pesantren untuk menumbuhkan kemandirian sebagai pesantren modern," tandasnya.
[sam]