Berita

Foto/Net

Politik

Dewan Minta Kasus Kondensat Dituntaskan, Jangan Bolak Balik Perkara

RABU, 28 MARET 2018 | 19:14 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Anggota Komisi III DPR RI, Wenny Warrouw meminta Jaksa Agung HM Prasetyo mempercepat penanganan kasus dugaan korupsi penjualan kondensat oleh PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI).

Menurutnya sejauh ini kasus tersebut selalu bolak balik antara Kejaksan dan Bareskrim Polri. Pihaknya juga meminta Kejagung untuk menjemput bola jika Polri belum juga menyelesaikan kasus yang telah merugikan negara Rp35 triliun.

"Saya ingin memberikan satu poin tentang kasus ini, kalau ada kasus besar, SPDP-nya (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) segera jemput itu," ujar Wenny dalam Rapat Kerja Komisi III dengan Kejaksaan Agung di Ruang Rapat Komisi III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).


Politisi partai Gerindra ini juga menilai bahwa Kejagung acap kali keliru dalam menangani kasus. Ia menilai Prasetyo lebih mengedepankan hal perkara kecil dibandingkan kasus besar.

Menurutnya, model penyidikan yang dipakai oleh Kejagung terbilang lambat dan tidak memberikan solusi dengan jelas sehingga seringkali kasus dipindah tangankan dan tidak menemukan titik temu yang jelas.

"Bagaimana yang kecil-kecil dulu yang disidik sedangkan yang gajah dibiarkan lari. Harapannya jangan ada aja lagi istilahnya bolak balik perkara," ujar Wenny. [nes]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya