Berita

Foto: Ist

Nusantara

Emil Akan Buatkan Desa Khusus untuk Pengungsi Kuningan

SELASA, 27 MARET 2018 | 17:43 WIB | LAPORAN:

Ridwan Kamil prihatin dengan kondisi ribuan para pengungsi longsor di Kabupaten Kuningan yang saat ini masih berada di tempat penampungan sementara.

Calon Gubernur Jawa Barat itu bercerita, saat mengunjungi Kabupaten Kuningan Minggu (26/3) lalu, para pengungsi tersebut masih tinggal di GOR dan balai-balai desa setempat.

"Kondisi ini harus kita bantu secepat mungkin,” katanya kepada wartawan di sela-sela acara The Power of Collaboration & Indonesia Visionary Leader yang diselenggarakan di The Westin, Jakarta, Selasa (27/3).


Kang Emil sudah membuat rencana untuk para pengungsi tersebut. Salah satunya, membuatkan desa khusus untuk masyarakat setempat yang terkena imbas longsor.

"Kemarin-kemarin, mereka masih tinggal di lokasi rawan bencana. Untuk itu kita harus memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman,” lanjutnya.

Untuk mewujudkan niatnya, Kang Emil akan berkoordinasi dengan pihak terkait dan mencarikan lahan seluas 17 hektare untuk para pengungsi tersebut. Lahan tersebut kemudian akan ia desain menjadi desa khusus dengan fasilitas yang lengkap. Sehingga sekitar 420 KK bisa menempat permanen di sana.

"Nantinya di desa itu juga akan ada sekolah, masjid, serta fasilitas-fasilitas penunjang lainnya. Jadi, desa tersebut benar-benar tempat baru yang aman bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain membuatkan desa baru, Emil juga akan melatih masyarakat agar tanggap terhadap bencana. Ia mencontohkan masyarakat Jepang. Di sana masyarakat sudah tanggap bila terjadi gempa, maka mereka harus mengambil tas merah yang berisi obat-obatan dan makanan untuk persediaan selama beberapa hari.

"Kita harus menciptakan masyarakat Jawa Barat yang tanggap akan bencana alam. Dan ini menjadi pekerjaan saya ke depannya,” demikian pasangan Uu Ruzhanul Ulum ini.

Sebelumnya, longsor menimpa di sebagian desa di Kabupaten Kuningan. Akibatnya ribuan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, ribuan warga yang mengungsi itu berasal dari Desa Margacina dan Desa Jabranti, Kecamatan Karangkancana, Desa Pinara dan Desa Mungkuldatar, Kecamatan Ciniru. [sam]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya