Berita

Fahira Idris/Net

Politik

Indonesia Mungkin Saja Bubar Kalau Pancasila Cuma Diteriakkan

SELASA, 27 MARET 2018 | 09:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bahwa ada scenario writing pihak asing yang menyatakan Indonesia tidak ada lagi alias bubar pada tahun 2030 harus menjadi ajang introspeksi semua elemen bangsa atas kondisi Indonesia dulu, sekarang, dan di masa depan.

Demikian disampaikan Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (27/3).

Jelas Fahira, introspeksi utamanya adalah apakah Pancasila yang merupakan penyatu, penguat, dan amanat besar bangsa ini benar-benar sudah diamalkan atau masih cuma sebatas diteriakan.


"Selama lima dasar kebenaran dalam Pancasila konsisten diamalkan, wilayah Indonesia akan tetap dari Sabang sampai Merauke dan dari Sangir Talaud sampai Rote. Tapi kalau lima sila Pancasila cuma diteriakkan dan dijadikan jargon semata, mungkin saja Indonesia bubar," ujarnya.

Fahira mengungkapkan, masa depan republik ini pada akhirnya akan tentukan sejauh mana para pemimpinnya menjadikan Pancasila sebagai rujukan utama dalam mengelola negeri ini. Selama Pancasila tidak dikooptasi sedemikian rupa untuk kepentingan penguasa atau kelompok-kelompok tertentu atau dijadikan alat untuk menekan kelompok lain, maka masa depan negeri ini bisa cerah.

Menurutnya, selama kebijakan dan tindakan para pemimpin negeri, siapapun itu, mengandung harmonisasi dengan kehendak Tuhan, tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, memandang perbedaan dan pertentangan sebagai sebuah keniscayaan dan mampu menyalurkan dan memeliharanya sebagai penguat persatuan, negara tetap berkedaulatan rakyat atau dijadikan alat bagi keperluan rakyat untuk menggapai cita-cita demokrasi sosial-ekonomi serta terpenuhinya hakekat keadilan, maka bangsa ini boleh optimis ke depan akan mencapai masa keemasannya.

Namun, jika ternyata kebijakan dan tindakan para pemimpin belum mencerminkan hal-hal ini, maka bangsa ini harus bekerja keras memperbaiki keadaan.

"Cara paling efektir agar Pancasila menjadi ruh dan jiwa setiap individu yang ada di negeri ini adalah siapa pun pemimpinnya, siapa pun Presidennya mempunyai kemampuan untuk membuat rakyatnya benar-benar menikmati kehidupan sesuai lima dasar kebenaran yang ada dalam Pancasila," ucap Fahira.

"Menjalankan lima sila Pancasila itu, artinya menjalankan kebenaran. Jika kebenaran sudah dirasakan, maka rakyat tidak perlu ditanya lagi apakah hapal Pancasila atau belum, karena otomatis rakyat sudah menjalankannya," pungkas Senator Jakarta ini menambahkan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya