Berita

Politik

Warga Banjarbaru Senang Dapat Bantuan PKH Kemensos

SELASA, 27 MARET 2018 | 03:33 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Beras Sejahtera (Rastra), dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk warga Kota Banjarbaru, Senin (26/3).

Pembagian tersebut dilakukan di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

"Ibu-ibu sudah terima kartunya? Coba diangkat, saya ingin lihat. Sudah tahu per tahun dapat berapa? Apakah uangnya sudah diambil?" tanya Presiden mengawali arahannya dihadapan para penerima bansos.


Presiden menjelaskan, setiap penerima PKH harus tahu detil tentang bansos yang diterima. Presiden kemudian menjelaskan bahwa bansos PKH cair 4 kali dalam setahun, dilaksanakan pada Februari, Mei, Agustus dan November.

Jumlah yang diterima Rp 1.890.000 per keluarga per tahun. Pada pencairan tahap pertama hingga ketiga bantuan masing-masing Rp 500.000 dan tahap keempat sebesar Rp 390.000.

"Kami harapkan ibu-ibu bisa menggunakan untuk yang berkaitan dengan sekolah dan gizi anak. Gizi yang baik penting untuk anak agar mereka sehat dan cerdas," terang Presiden.

Sementara itu salah seorang penerima PKH di Kota Banjarbaru, Yulita mengaku sangat terbantu dengan adanya bansos PKH. Pencairan yang diatur sebanyak empat kali juga sangat menguntungkan karena mendapatkan kepastian waktu penyaluran bansos.

"Alhamdulillah tiap 3 bulan dapat bansos. Saya sangat terbantu. Terutama untuk keperluan sekolah anak-anak saya sangat mengandalkan bansos PKH," kata ibu 2 anak ini.

Perempuan berjilbab ini mengaku dengan pendapatan dari suami yang pas-pasan sebagai kuli bangunan, pemasukan untuk keluarga sangat minim. Bansos PKH, lanjutnya, sangat bisa diandalkan untuk keperluan mendesak.

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan bahwa jumlah penerima PKH di Kota Banjarbaru tahun 2018 adalah 5.946 KPM dengan bantuan senilai Rp.11,2 miliar dan bansos Rastra di Kota Banjarbaru sebanyak 6.525  keluarga dengan bantuan senilai Rp 8,6 miliar.

Sementara PKH di Provinsi Kalimantan Selatan sebanyak 115.010 KPM dengan bantuan senilai Rp 217,7 miliar dan Bansos Pangan Rastra/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebanyak 149.293 Keluarga dengan bantuan senilai Rp 197 miliar.

"Ke depannya kita akan modifikasi bantuan PKH sehingga betul-betul tidak hanya bermanfaat untuk mengatasi kebutuhan hidup mendesak bagi KPM, tapi PKH juga menjadi bagian dari instrumen untuk memberdayakan mereka sehingga kelak dapat keluar dari status tidak mampu," papar Mensos.

Ia menargetkan PKH secara efektif dapat mengurangi kemiskinan di Indonesia. Salah satu upaya yang kini ditempuh adalah bersinergi dengan kementerian dan lembaga untuk bersama-sama mempercepat penanggulangan kemiskinan.

"Kita sudah mulai lakukan sinergi dengan kementerian lain yakni kerja sama antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pertanian dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yaitu pemberian bantuan bibit tanaman, pengarahan, pembinaan, dan penyuluhan pertanian kepada KPM PKH," paparnya.

Sementara itu, suka cita mewarnai penyerahan bansos oleh Presiden. Sebanyak 3.000 peserta hadir terdiri dari 1.250 Penerima PKH dan Bansos Rastra, 1.250 siswa penerima KIP, dan 500 guru penerima tunjangan sertifikasi.

Presiden membagikan tiga sepeda untuk peserta yang mampu menjawab dengan benar pertanyaan pengetahuan umum tentang Indonesia. Setiap ibu PKH membawa pulang Beras Sejahtera 10 kg dan paket bingkisan dari Presiden. Anak-anak pulang dengan riang karena mendapat paket tas sekolah, buku-buku, serta alat tulis.

"Saya bersyukur Pak Presiden datang ke tempat kami. Bantuan beliau sangat bermanfaat bagi kami sekeluarga," kata Aminah, warga Rukun Mufakat, Banjarbaru. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya