Berita

Heru Pramukarno/Net

Politik

Kapolres Banggai Dicopot, Mabes Polri: Itu Bentuk Hukuman

SENIN, 26 MARET 2018 | 22:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Mabes Polri menjalankan penghargaan dan hukuman terhadap seluruh anggotanya. Termasuk mencopot Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno yang diduga melanggar Standart Operasional Prosedur (SOP) dalam membubarkan massa saat eksekusi.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Mohammad Iqbal menjelaskan dicopotnya Heru merupakan komitmen polri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut juga sebagai pembelajaran bagi anggota polri lainnya untuk mengikuti SOP.

"Yang bagus dikasih penghargaa dan yang diduga melanggar SOP dikasih hukuman. Ini menunjukan Polri komit untuk melakukan yang terbaik untuk masyatakat," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/3).


Saat ini, Heru tengah menjalani pemeriksaan oleh Pengamanan Internal (Paminal) Propam Mabes Polri untuk menemukan ada tidaknya pelanggaran di peristiwa pembubaran ibu-ibu majelis itu. Sanksinya, sambung Iqbal bisa saja diberikan Demosi alias penurunan jabatan.

"Bisa juga, penundaan pangkat sampai kurungan. Nanti akan jalan mekanismenya. Nanti akan diputuskan," ujar Iqbal.

Kapolres Banggai AKBP Heru Pramukarno akhirnya dicopot dari jabatannya lantaran tindakan refresif anak buahnya saat membubarkan massa yang di dominasi ibu-ibu majelis saat eksekusi sebuah lahan di Tanjungsari, Kelurahan Karaton, Luwuk Banggai, Senin (19/3) yang berakhir ricuh.

Dalam eksekusi tersebut, pihak kepolisian menurunkan sekitar 500 personel, sebanyak 350 orang di antaranya adalah petugas yang di-BKO dari Polda Sulteng ke Polres Banggai dan masih ditambah lagi dengan sekitar 100 personel TNI. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya