Pemerintah Daerah Banyuwangi menggandeng Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf RI) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menggelar uji kompetensi terhadap hasil para pengrajin batik. Penilaian kompetensi tersebut mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) profesi Batik tahun 2013.
"Uji kompetensi yang digelar awal Maret lalu ini diikuti 100 pembatik lokal. Hasilnya 86 pembatik memenuhi penilaian kriteria dan berhasil memperoleh sertifikat kompetensi profesi," Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Banyuwangi, Ketut Kencana, Senin (26/3).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong perkembangan batik di daerah. Antara lain lewat event Banyuwangi Batik Festival, yang telah digelar selama lima tahun terakhir.
Dihubungi secara terpisah, Manajer Sertifikasi LSP Batik, Rodia Syamwil mengatakan pada uji kompetensi ini, pembatik mengikuti sejumlah tahapan penilaian, mulai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja yang dilakukan dengan praktek langsung dan wawancara. Penilaian dilakukan oleh sepuluh asesor berpengalaman yang juga merupakan praktisi batik dari berbagai daerah di Indonesia.
"Kami benar-benar teliti dalam mengeluarkan rekomendasi kompeten atau belum kompeten karena sertifikat ini adalah pengakuan yang dikeluarkan oleh pemerintah," kata Rodia yang juga Kepala Program Studi Pendidikan Vokasi Universitas Negeri Semarang.
Rodia mengaku mendapatkan pengalaman yang mengesankan saat proses penilaian di Banyuwangi. Menurutnya hampir semua pembatik Banyuwangi memiliki pengetahuan yang luar biasa terhadap jenis-jenis motif batik daerah.
"Disini sangat potensial, karena para pembatik sangat paham dengan karakteristik batik setempat. Setiap saya tanya motif tertentu asal Banyuwangi, mereka menjawabnya dengan cepat dan tepat. Mulai Gajah Uling, Kopi Pecah, Kangkung setingkes, bahkan juga tahu filosofinya masing-masing. Ini sangat menggembirakan, karena praktek di daerah lain sering ditemukan pembatik yang sangat trampil tapi tidak tahu filosofi motif batik yang mereka kerjakan. Di Banyuwangi beda, mereka juga paham filosofinya,†pungkas Rodia.
[dem]