Berita

Politik

Ideologi Pancasila Harus Ditanam Secara Sistematis

MINGGU, 25 MARET 2018 | 01:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kehidupan sosial masyarakat dalam berbangsa dan bernegara semakin tergerus dengan adanya penyebaran informasi palsu atau hoax.

Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Zainur Wula menyebut bahwa ideologi Pancasila merupakan kunci dalam mengatasi timbulnya konflik sosial pada masyarakat yang beragam akibat penyebaran hoax yang kian marak. Untuk itu, kata dia, Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pasca reformasi, ideologi Pancasila perlahan tergerus di dalam kehidupan sosial masyarakat kita sehari-hari dalam berbangsa dan bernegara. Dampaknya, adalah hoax yang terjadi di mana-mana dan saling menghujat. Tidak ikhlas dengan perbedaan dan keunggulan orang lain," ujarnya saat memberikan materi di Kupang, dalam kegiatan seminar keragaman yang dilaksanakan OKP Cipayung Kupang, Jumat (23/3) lalu.


Orang Indonesia, kata Zainur, pernah menjadi orang yang paling ramah dan murah senyum di seantero planet bumi ini. Hal tersebut lantaran nilai-nilai Pancasila terimplementasikan pada kehidupan sosial di dalam berbangsa dan bernegara.

Agar keramahan itu tetap terus terjaga, maka negara harus memiliki kekuatan penggalangan penanaman Pancasila secara sistimatis.

Dia mencontohkan keberadaan Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7) di zaman Orde Baru yang berhasil membuat rakyat menanamkan nilai luhur Pancasila. Sehingga berhasil membuat warga bangsa ini ramah dan murah senyum.

"Sekarang seharusnya ada lembaga seperti itu lagi oleh pemerintah. Nama lembaganya berbeda boleh, intinya fungsinya tetap seperti BP7. Kita omong politik. Kita omong toleransi. Tapi kalau nilai ideologi Pancasila kita nol, itu sama saja," pungkasnya dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (24/3). [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya