Berita

Nusantara

Takut Dibui, Banyak Kepala Desa Tolak Pencairan Dana Desa

SABTU, 24 MARET 2018 | 03:34 WIB | LAPORAN:

Tidak semua desa senang dengan gelontoran dana desa sebesar lebih dari Rp 1 miliar yang dikucurkan Pemerintah Pusat setiap tahunnya. Tak jarang ada Kepala Desa meminta dana itu dikurangi dan dialokasikan ke daerah lain yang membutuhkan karena takut terjerat kasus korupsi.

Kondisi ini dibeberkan Anggota Komisi XI DPR Elviana. Saat berkunjung ke daerah pemilihannya beberapa waktu lalu, Elviana mendapat curhatan kepala desa yang takut bakal bermasalah hukum karena mengelola dana desa. Kepala desa itu kemudian meminta agar nominal dana desa yang diterima tiap tahunnya diturunkan dan pengelolaannya diberikan ke pihak lain.


"Ini yang menurut saya sebagai sesuatu yang aneh bin ajaib. Berarti, ini menunjukkan ada ketakutan kepala desa dalam mengelola dana desa itu," kata Elviana, Jumat (23/3).


DPR, kata politisi PPP, sudah punya beberapa saran untuk antisipasi itu. Salah satunya mendorong agar Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menggunakan anggarannya untuk membuat program diklat atau pelatihan bagi para pengelola dana desa. Tujuannya, agar para perangkat desa yang bersentuhan dengan dana desa tahu persis bagaimana mengelola dana itu dengan baik dan jauh dari masalah hukum.


"Seperti, (pelatihan) bagaimana menyusun perencanaan, pra audit, kemudian menakar apakah program sesuai dengan anggaran. Hal-hal seperti ini menjadi tugas BPKP, tinggal disosialiasikan dan dilaksanakan programnya," jelasnya.

Dalam kesempatan berbeda, Wakil Ketua Komisi XI DPR Soepriyatno meminta agar penggunaan dana desa 100 persen difokuskan untuk kepentingan rakyat. Sebab, dalam UU Desa diamanatkan bahwa kebijakan yang diambil Pemerintah sedapat mungkin menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.  

"Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahtaraan masyarakat," katanya.

Soal ketakutan sebagian kepala desa, dia mengakui bahwa ada beberapa kegiatan yang menggunakan alokasi dana desa harus mendapatkan klarifikasi dari aparat hukum. Namun, dari hasil pemantauannya, jumlah yang diduga bermasalah dan harus mendapat klarifikasi aparat sangat sedikit. Sisanya, pemakaian dana desa itu baik-baik saja.


Dia pun menjelaskan bahwa manfaat yang diperoleh masyarakat dari dana desa sangat besar. Banyak kegiatan pembangunan di desa yang sudah berhasil. Kata dia, ini menunjukkan bahwa sebenarnya sebagian besar kepala desa dan perangkatnya sudah cukup paham aturan yang berlaku dalam pengelolaan dana desa.


"Memang ada hal-hal yang menurut saya memerlukan klarifikasi oleh pihak aparat penegak hukum karena ada laporan-laporan yang tidak sesuai. Tapi itu masih sedikit sekali lah ya. Justru banyak kegiatan-kegiatan di desa yang sudah berhasil," jelas politisi Partai Gerindra ini. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya