Berita

Djoko Santoso/RMOL

Politik

Kesaksian Djoko Santoso Tentang Prediksi Prabowo Yang Jadi Nyata

SABTU, 24 MARET 2018 | 02:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pidato Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tentang 2030 Indonesia bubar bukan merupakan bentuk pesimisme dari mantan Danjen Kopassus itu.

Mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Djoko Santoso menilai bahwa apa yang disampaikan Prabowo itu adalah bentuk antisipasi atas situasi yang akan terjadi di Indonesia.

"Tentunya sebagai militer profesional dia (Prabowo) akan mengantisipasi yang paling jelek,” ujarnya kepada Kantor Berta Politik RMOL, Jumat (23/3).


Menurutnya ada pesan positif yang ingin disampaikan Prabowo Subianto. Pesan itu, sambungnya, adalah ajakan bahwa bangsa Indonesia harus bisa bersatu, bangkit, dan berjuan agar NKRI ini bisa tegak.

“Kita harus berpikir positifnya, jangan berpikir negatifnya, begitu. Jadi (pesannya) kalau kita abai kita akan lemah, lengah dan kita akan kalah dalam percaturan global ini,” tegas Djoko.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa prediksi yang diutarakan Prabowo Subianto ini tidak boleh dianggap main-main. Sebab ia pernah punya pengalaman tersendiri mengenai prediksi Prabowo yang kemudian menjadi kenyataan. Prediksi Prabowo disampaikan saat dia bertugas bersama di Timor Timur tahun 1989.

Saat itu, Prabowo memprediksi bahwa Timtim akan lepas dari Indonesia dalam kurun waktu 10 tahun. Prediksi itu kemudian menjadi kenyataan setelah Timtim resmi merdeka dari Indonesia tahun 2002.  

"Tahun 1989, saya bersama Jenderal Tono (Tono Suratman) yang sekarang menjabat sebagai ketum KONI, pernah diingatkan Pak Prabowo, bahwa Timtim ini 10 tahun ini akan lepas dari Indonesia. Beliau menulis analisanya ini di satu tulisan dan dititipkan di brankas bank atau dimana gitu," urainya.

"Itulah pengalaman nyata saya dengan Pak Prabowo," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya