Berita

Setya Novanto/Net

Politik

Sebut Puan Dan Pramono, Cara Setya Novanto Caper Ke Jokowi

JUMAT, 23 MARET 2018 | 23:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP-el, Setya Novanto menyebut nama dua kader PDIP merupakan cara mantan ketua umum Golkar itu mencari perhatian (caper) ke Presiden Joko Widodo.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dalam keterangan tertulinya kepada redaksi, Jumat (23/3).

"Sepertinya hanya ingin menarik perhatian Joko Widodo saja, yang akhirnya Joko Widodo bersuara dengan mempersilakan KPK untuk memeriksa Puan dan Pramono jika memang ada buktinya," ujarnya.


Arief mengaku ragu dengan kesaksian Setya Novanto yang mengaku mendengar ada aliran korupsi KTP-el ke dua politisi PDI Perjuangan, yakni Puan Maharani dan Pramono Anung, yang diberikan lewat Oka Masagung.

"Alasannya aneh, katanya cuma karena Oka Masagung dekat dengan keluarga Sukarno," ujar Arief yang ragu dengan kesaksian Novanto.

Menurutnya, kedudukan Pramono Anung kala itu tidak berhubungan dengan proyek KTP-el yang anggarannya diajukan pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono.

"Pramono Anung tidak sama sekali ada pada domain pemutus anggaran KTP-el, begitu juga Puan Maharani yang menjadi ketua Fraksi PDIP juga tidak masuk dalam domain proyek KTP-el," urainya.

"Jadi pengakuan Setnov itu tidak mendasar terkait uang 500 ribu dollar yang mengalir ke Puan dan Pramono Anung," tegasnya.

Ia kemudian menanggapi sikap Jokowi yang langsung mempersilakan KPK memeriksa Puan Dan Pramono. Menurutnya, sikap itu lebih bernuansa politik penyanderaan terhadap PDI Perjuangan.

"Sepertinya jelang Pilpres Joko Widodo mulai pencitraan nih, seakan akan tidak peduli dengan dua Kader PDI Perjuangan yang diakui Setnov menerima aliran dana hasil korupsi KTP-el," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya