Berita

Andi Arief/Net

Politik

PDIP Bisa Tiru Ketegasan Demokrat Amputasi Korupsi

JUMAT, 23 MARET 2018 | 23:46 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai seharusnya malu jika ada kader partai yang terkena kasus korupsi, bukan malah marah membabi buta.

Begitu tegas Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Andi Arief menanggapi sikap PDIP dalam merespon kesaksian terdakwa korupsi pengadaan KTP-EL Setya Novanto yang menyebut dua kader PDIP, Puan Maharani dan Pramono Anung.  

Dia kemudian memberikan contoh Partai Demokrat saat sejumlah kadernya terserang kasus korupsi. Saat itu, Demokrat dengat tegas mengamputasi korupsi dari tubuh partai. Seharusnya, sambung dia, siapapun partai berkuasa harus mencontoh langkah Demokrat tersebut.


"Saat dituduh kasus Century, Partai Demokrat meminta dibuka seterang-terangnya. Begitu pula terpaan Hambalang, dihadapi bukan dihalangi," ujarnya dalam akun Twitter @andiarief_, Jumat (23/3).

Kata Andi, meski banyak kader yang tertimpa kasus korupsi, Partai Demokrat tidak pernah mengumbar wacana pembubaran KPK dan upaya-upaya lain dalam melemahkan komisi antirasuah itu.

"Pansus Century, outputnya Demokrat  bersih. Pengadilan Hambalang buktikan sebagai partai tak terlibat, kader terlibat di luar urusan partai," jelasnya.

Lebih lanjut, Andi Arief mengaku setuju dengan pandangan yang dilontarkan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra yang menyebut bahwa korupsi sistematis yang melibatkan partai harus diganjar dengan pembubaran partai.

"Partai demokrat berharap jikapun nantinya ada kader PDIP yang terlibat, bukanlah karena gerakan sistematis partai. Hanya oknum," harapnya.

"Saya Pancasila, kami menolak partai yang secara sengaja menginstruksikan kadernya korupsi untuk menghidupi partai. Anda juga kan?" tukas Andi Arief. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya