Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) merilis hasil survei Pilkada Jawa Barat 2018. Hasilnya, elektabilitas pasangan Dedy Mizwar-Dedy Mulyadi menempati posisi puncak.
"Ketika secara spontan respoden ditanyakan siapa yang akan dipilih jika Pilgub digelar hari ini, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu memperoleh 18,2 persen, Ridwal Kamil-Uu Ruzhanul Ulum 17,4 persen, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memperoleh 22,3 persen, dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliya 6,2 persen," kata Direktur Eksekutif LKPI Arifin Nurcahyo dalam rilis yang diterima wartawan, Jumat (23/3).
Survei dilakukan 26 Februari-11 Maret 2018 dengan menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of rrror plus minus 2.1% dan tingkat kepercayaan 95%. Survei melibatkan 2.178 responden yang tersebar di 18 kabupaten dan 9 kota di Jabar, dipilih secara proposional sesuai prosentase DPT.
"Responden belum memilih 35,9 persen," katanya.
Presentase keterpilihan Duo DM juga unggul ketika responden diberikan pertanyaan tertutup. Dia mendapat 21,7 persen dukungan, disusul 21,2 persen Sudrajat-Syaikhhu, 16, 2 persen memilih Emil-Ulum, Hasanuddin - Anton sebesar 8,9 persen dan yang belum memilih 32,1 persen.
Di Jabar, kata dia, popularitas tidak berbanding lurus dengan tingkat keterpilihan. Dalam pandangan responden popularitas tidak menjamin akan kinerja yang baik sesuai dengan harapan masyarakat
"Tingginya elektabilitas Sudrajat yang terbilang anyar hadir di perpolitikan Jawa Barat, namun faktor leadership dan kapabilitas dari Sudrajat menjadi ukuran bagi masyarakat Jawa Barat untuk memilih pemimpinnya lima tahun mendatang," pungkasnya.
[dem]