Berita

Direktur Pembinaan Keluarga Kemendikbud, Sukiman.

Nusantara

Kemendikbud: Pendidikan Menjadi Tanggungjawab Semua Pihak

JUMAT, 23 MARET 2018 | 10:00 WIB | LAPORAN:

Direktur Pembinaan Keluarga Kemendikbud, Sukiman menjelaskan banyak orang tua benar-benar melepas tanggung jawab pendidikan anak-anaknya kepada sekolah bukanlah tindakan yang tepat. Sebab bagaimanapun juga, pendidikan menjadi tanggungjawab semua pihak, termasuk orangtua dan masyarakat.

"Banyak ditemukan ditengah masyarakat seakan-akan pendidikan menjadi tanggungjawab penuh pemerintah melalui sekolah," kata Sukiman, Kamis (22/3).

Akibatnya banyak orangtua yang kurang peduli dengan masalah pendidikan anak. Mereka seolah hanya memiliki tanggungjawab memenuhi kebutuhan anak terkait sekolah. Konten dan pelaksanaan dari pendidikan itu sendiri dibebankan sepenuhnya kepada pihak sekolah.


Sukiman juga menyesalkan sikap masyarakat yang semakin tidak peduli dengan pendidikan anak-anak di sekitar mereka. Apa yang dilakukan anak, meski itu tidak baik, masyarakat enggan untuk meluruskan, enggan untuk menegur, dengan berbagai alasan dan sebab.

Direktorat Pendidikan Keluarga Kemendikbud yang lahir tiga tahun lalu, diakui Sukiman memiliki tanggungjawab besar untuk meningkatkan peran keluarga dan lingkungan terhadap proses pendidikan anak.

"Kami berupaya mengadakan kegiatan-kegiatan yang sifatnya meningkatkan peran keluarga dalam pendidikan anak. Banyak program kita lakukan seperti Gerakan Nasional Orangtua Membacakan Buku atau Gernas Baku. Juga berbagai edukasi terkait pengasuhan anak balita, pengasuhan dan perawatan anak pada 1000 hari pertama kehidupan, perawatan dan pengasuhan anak usia 13-24 tahun. Intinya bagaimana orangtua melibatkan diri secara aktif dalam pendidikan anak," tambahnya.

Bagi Sukiman, anak-anak membutuhkan sentuhan tidak hanya dari sekolah, tetapi juga orangtua dan lingkungan masyarakat. Hubungan yang mesra antara sekolah, orangtua atau keluarga dan masyarakat harus dibangun lebih baik lagi sehingga proses pendidikan mampu melahirkan anak-anak dengan karakter yang baik. [rry]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya