Berita

Syafruddin/RMOL

Nusantara

Ibu-ibu Majelis Dibubarkan, Wakapolri Ancam Copot Kapolres Banggai

JUMAT, 23 MARET 2018 | 15:40 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Wakapolri Komjen Pol. Syafruddin geram atas tindakan personel Kepolisian Resort Banggai, Sulawesi Tengah yang membubarkan ibu-ibu majelis dalam rangka eksekusi sebuah lahan di Tanjung Sari, Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (19/3). Dimana, peristiwa berakhir ricuh.

"Itu ibu-ibu sedang zikir, terus dieksekusi, oleh karena itu saya perintahkan investigasi menyeluruh," kata Wakapolri saat ditemui di Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta, Jumat (23/3).

Investigasi menyeluruh itu, lanjut Wakapolri, mulai dari internal Polri hingga tingkat pemda. Dia juga menyayangkan langkah pemda setempat dimana hanya mengeksekusi lahan warga namun tidak memberikan solusi.


"Jadi harus ada solusinya dulu, baru melakukan langkah-langkah pembebasan lahan," ujarnya.

Tindakan refresif aparat saat membubarkan paksa ibu-ibu dengan menggunakan gas air mata, menurut Wakapolri merupakan tindakan tidak sesuai prosedur tetap (protap) dalam menghadapi dan membubarkan massa.

"Jika hasil investigasi daripada Propam mengatakan demikian, akan saya copot kapolresnya, dan akan diproses hukum," ancam Wakapolri.

Proses eksekusi tahap kedua atas sebidang tanah di kawasan Tanjung, Kelurahan Keraton, Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulteng, Senin petang (19/3) ricuh. Dalam insiden itu pihak kepolisian menahan sembilan warga.

Dalam eksekusi, pihak Kepolisian menurunkan sekitar 500 personel, sebanyak 350 orang di antaranya adalah petugas yang di-BKO dari Polda Sulteng ke Polres Banggai dan masih ditambah lagi dengan sekitar 100 personel TNI. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya