Berita

Foto/Net

Politik

Pengamat: Tidak Ada Jaminan Capres Kalangan Militer Lebih Baik

JUMAT, 23 MARET 2018 | 04:33 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Sejumlah survei menyatakan kalangan militer mendapat apresiasi tinggi untuk mencalonkan diri dalam Pilpres 2019.

Beberapa nama dari kalangan militer yang sering muncul dalam hasil survei yakni Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Pengamat Politik dan Militer dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai Capres dari kalangan militer tidak memiliki keistimewaan.


Menurutnya, jika dibandingkan dengan Capres dari kalangan sipil, Capres berlatarbelakang militer tidak memiliki perbedaan yang mencolok. Sebab, selama ini ada persepsi yang terus menerus dibangun dikalangan masyarakat bahwa kepemimpinan sipil telah gagal dan lemah, sementara pada perspektif yang lain bahwa kepemimpinan dibawah rezim militer akan kuat dan lebih baik.

"Capres dari kalangan militer tidak istimewa," ujar Khairul Fahmi kepada saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (22/3).

Fahmi menambahkan Capres dari kalangan militer sama saja dengan calon yang memiliki latar belakang sipil, sehingga tidak ada jaminan khusus bahwa suatu pemerintahan yang dipimpin oleh militer akan lebih baik.

Menurutnya yang terpenting untuk menjadi pertimbangan dalam memilih pemimpin adalah rekam jejak dan gagasan yang dimiliki oleh tokoh tersebut.

"Tentara itu kan profesi juga, sama seperti pengusaha maupun birokrat lainnya, tak istimewa sebenarnya, sekarang ada nama Gatot Nurmantyo, AHY, Prabowo dan lain-lain itu tak begitu istimewa, biasa-biasa saja, yang terpenting itu gagasannya," pungkas Fahmi. [nes]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

Di Hadapan Eks Menlu, Prabowo Nyatakan Siap Keluar Board of Peace Jika Tak Sesuai Cita-cita RI

Rabu, 04 Februari 2026 | 22:09

Google Doodle Hari Ini Bikin Kepo! 5 Fakta Seru 'Curling', Olahraga Catur Es yang Gak Ada di Indonesia

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:59

Hassan Wirajuda: Kehadiran RI dan Negara Muslim di Board of Peace Penting sebagai Penyeimbang

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:41

Ini Daftar Lengkap Direksi dan Komisaris Subholding Downstream, Unit Usaha Pertamina di Sektor Hilir

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:38

Kampus Berperan Mempercepat Pemulihan Aceh

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:33

5 Film yang Akan Tayang Selama Bulan Ramadan 2026, Cocok untuk Ngabuburit

Rabu, 04 Februari 2026 | 21:21

Mendag Budi Ternyata Belum Baca Perintah Prabowo Soal MLM

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:54

Ngobrol Tiga Jam di Istana, Ini yang Dibahas Prabowo dan Sejumlah Eks Menlu

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:52

Daftar Lokasi Terlarang Pemasangan Atribut Parpol di Jakarta

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:34

Barbuk OTT Bea Cukai: Emas 3 Kg dan Uang Miliaran Rupiah

Rabu, 04 Februari 2026 | 20:22

Selengkapnya