Berita

Nusantara

WGG Bahas Peran Perempuan Capai SDGs 2030

KAMIS, 22 MARET 2018 | 22:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia merupakan salah satu dari 193 negara dunia yang ikut mengesahkan kesepakatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goall (SDGs) 2030.

Kesepakatan ini merupakan komitmen untuk mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. Agenda ini mengikat seluruh komponen bangsa.

Hal yang sama juga menjadi komitmen dari Yayasan Wadah Titian Harapan. Dalam pertemuan Wadah Global Gathering (WGG) yang dihadiri penggiat, pemerhati, dan organisasi internasional, Wadah menegaskan kembali komitmen dalam mengurangi kemiskinan dan kesenjangan masyarakat.


“Bagi Wadah, pendidikan sudah menjadi perhatian utama sejak awal berdirinya. Melalui pendidikan tersebut wadah bertekad memperjuangkan kemajuan masyarakat yang termarjinalkan, mengurangi kemiskinan, dan kesenjangan yang ada di komunitas mereka,” kata pendiri Wadah sekaligus penggagas WGG Anie Hashim Djojohadikusumo dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (22/3).

Pertemuan WGG III yang digelar di Jakarta pada tanggal 21 hingga 23 Maret ini membahas mengenai peran perempuan dalam mencapai tujuan global 2030. Adapun WGG pertama yang dilakukan di Bali pada 2012 lalu dengan tema kemiskinan. Sementara pertemuan kedua digelar di Yogyakarta pada 2015 dengan tema pendidikan (education).

Anie menjelaskan bahwa saat ini Wadah sudah memperoleh status konsultatif khusus Economic and Social Council (ECOSOC) atau Dewan Ekonomi adan Sosial PBB. Untuk, ujarnya, pertemuan WGG ini menjadi istimewa karena hasil pertemuan akan direkomendasikan ke ECOSOC.

“Wadah sangat terhormat mendapat status tersebut. Untuk itu, kami memandang jauh ke depan untuk mendukung ECOSOC dalam pembahasan agenda 2030 di mana perempuan dapat berperan besar,” tukas Anies.

Ada tujuh pokok materi global yang akan dibahas di WGG, yaitu mengenai kemiskinan, kelaparan, mutu pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, energi, dan kesetaraan gender.

WGG 2018, diselenggarakan oleh Yayasan Wadah Titian Harapan, bermitra dengan banyak pihak. WGG ke-3 diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari 16 negara di dunia, seperti Bhutan, Haiti, India, Indonesia, Malaysia, Nepal, Filipina, Prancis, Amerika Serikat, Jerman, Inggris,  Korea Selatan, Lebanon, Myanmar, Singapura dan Switzerland.

Yayasan  Wadah Titian Harapan yang dikenal sebagai Wadah didirikan pada tahun 2008 oleh Anie Hashim Djojohadikusumo bertujuan untuk membawa harapan dengan membantu kaum perempuan menolong diri mereka sendiri dalam upaya menciptakan perubahan jangka panjang untuk membentuk masa depan yang lebih baik bagi kehidupan mereka dan keluarganya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya