Berita

Joko Widodo panen jagung di Nusa Tengara Barat/Net

Nusantara

Program Jagung Pemkab Dompu Tidak Sebanding Dengan Harga Pasaran

KAMIS, 22 MARET 2018 | 06:18 WIB | LAPORAN:

Kesuksesan program jagung dalam gerakan sapi, jagung, rumput laut (PIJAR) membuat Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat dikenal hingga ke tingkat Nasional dan dijadikan Daerah contoh pengembangan jagung.

Namun gerakan tersebut tidak sebanding dengan harga jagung dipasaran. Hal ini juga dirasakan petani jagung Kabupaten Dompu. Harga pasar jagung sangat merugikan masyarakat, karena tidak bisa mengembalikan modal yang dikeluarkan.

Koordinator Umum Forum Petani Jagung, Suparman meminta pemerintah Kabupaten Dompu untuk fungsikan peranan Bulog agar nenyerap hasil panen masyrakat.


Hal ini untuk mengurangi penderitaan petani jagung. Namun harga yang diberikan juga tidak sama dengan harga pasaran. Ia meminta Bulog menyerap harga jagung basah dan harga kering diluar harga pasar. Jika harga jagung basah Rp2.200 Suparman meminta agar dinaikkan menjadi Rp3.200. Begitu juga dengan harga kering dari Rp3.200 menjadi Rp4.200.

"Persoalan harga jagung anjlok ini dapat membuat petani terpuruk yang berujung kemiskinan secara massal, atau sering disebut kemiskinan secara sistemik. Atas masalah ini, masyarakat Kabupaten Dompu hanya bisa pasrah dengan kondisi harga pasar yang mencekik mereka," ujar Suparman dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (21/3).

Suparman menjelaskan merosotnya harga jagung basah berkisar Rp2.000-Rp2.200 per kilogram dan harga kering Rp3.000-Rp3.200 perkilo gram membuat harga pasaran jagung tidak menentu dan merugikan masyarakat. Terlebih tengkulak memberi harga jagung basah Rp1.700-Rp2.000 dan jagung kering Rp2.700-Rp2.900 perkilo gram.  

Menurutnya pemerintah seakan-akan melepas tangan terhadap kondisi yang dihadapi masyarakat. Masyarakat diperalat demi melancarkan "kebijakan mekanisme pasar" yang menguntungkan dan mementingkan diri sendiri, kelompok dan golongan tertentu.

Suparman berharap ada keseriusan pemerintah daerah maupun pusat untuk memperhatikan kondisi harga minimum yang tidak merugikan petani jagung. Sebab hal ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Selain itu, pemerintah harus bertanggung jawab terkait persoalan ini, karena pemerintah memiliki fungsi yang besar dalam penyelengaraan negara.

"Dari awal petani dipromosikan untuk tanam jagung, tapi setelah panen malah hasilnya dianggap sebagai sampah, tidak ada nilainya. Oleh sebab itu, Forum Petani Jagung Kabupaten Dompu menyatakan sikap naikkan harga jagung basah dari Rp2.200 menjadi Rp3.200 dan harga kering dari Rp3.200 menjadi Rp4.200. Pemerintah Kab. Dompu untuk memfungsikan peranan Bulog agar menyerap hasil panen masyrakat," Demikian Suparman. [nes] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya