Berita

Foto: Net

Politik

LDII: Bahasa Berperan Penting Jaga Keutuhan NKRI

RABU, 21 MARET 2018 | 22:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bahasa memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Abdullah Syam menjelaskan bahwa bangsa Indonesia kuat karena ada pendekatan bahasa dan pendekatan genetik yang menyatukan rakyatnya.

"Ternyata pendekatan bahasa dan pendekatan genetik yang membuat kita kuat. Sebagai salah satu wujud dari empat konsesus bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI," ujarnya dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Peran Strategis Bahasa Indonesia dan Genetika dalam Menjaga Keutuhan NKRI’ di kantor DPP LDII, Jakarta, Rabu (21/3).


Ketika seseorang diikat dengan persamaan genetik, lanjutnya, maka tidak akan lagi mempermasalahkan hal yang bersifat visual. Seperti ras golongan maupun agama.

"Tidak ada lagi saya kriting saya item. Orang Jawa seperti ini, Palembang seperti ini. Tapi adanya kita satu genetik, satu bangsa," jelasnya.

Hal serupa juga terjadi dengan bahasa. Indonesia kaya akan bahasa, bahkan hampir setiap kampung memiliki bahasa berbeda.

"Tapi ada satu bahasa yang sama-sama dimengerti, yakni bahasa Indonesia," sambung Abdullah Syam.

Senada dengan itu, ahli bahasa Universitas Mataram, Mahsun mengimbau agar rakyat Indonesia merawat bahasa Indonesia yang telah menjadi bahasa pemersatu bangsa. Jangan sampai, kata dia, bahasa Indonesia terdegradasi oleh bahasa asing.

Mahsun mencontohkan salah satu yang sedang massif dan perlu diwaspadai adalah degradasi bahasa melayu yang tengah terjadi di Malaysia.
 
"Bahasa melayu Malaysia, dalam UU mereka jelas dipakai sebagai bahasa nasional. Tetapi dalam pemakaian ternyata mereka tidak dominan," tukasnya. [ian]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya