Berita

John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae/Dok

Nusantara

Kampanye Tatap Muka Di Nimbokrang, Josua Janjikan Pemberdayaan Distrik

RABU, 21 MARET 2018 | 14:09 WIB | LAPORAN:

Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Papua nomor urut dua, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae atau yang disingkat Josua kampanye tatap muka dengan warga Namblong, Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, awal pekan ini.

Hadir dalam kesempatan itu di antaranya Ketua DPD Gerindra Provinsi Papua, Yanni; Ketua DPC Kabupaten Jayapura, Lutfi Karima; dan Sekretaris Fraksi Partai Gerindra, Natan Pahabol.

"Hari ini kita bisa kumpul bersama dan yang lebih bahagia lagi bahwa Ketua DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto telah menetapkan JWW sebagai calon Gubernur Provinsi Papua yang diusung oleh Partai Gerindra dan juga HMS, " kata Yanni dalam orasi politiknya di hadapan puluhan masyarakat dan para simpatisan Josua.


Untuk itu tegas Yanni, masyarakat yang ada di Nimbokram harus punya komitmen memilih gubernur dan wagub Papua yang diusung oleh Partai Gerindra.

"Jangan ada dusta di antara kita dan ini adalah ini adalah janji yang disaksikan oleh langit dan bumi, dan kalau mau ada perubahan tanggal 27 Juni jangan lupa coblos nomor urut 2, " tegasnya melalui keterangannya.

Menurut Srikandi Gerindra ini, jangan mempertaruhkan lima tahun lagi ke depan, maka tentukanlah pilihannya sekarang dengan cerdas.

Sementar itu, Habel Melkias Suwae dalam janji politiknya mengaku sudah menyiapkan konsep untuk membangun Papua dalam lima tahun ke depan. Salah satunya menjadikan distrik sebagai basis pembangunan Papua.

"Disitu ada pemerintahan diatrik yang harus diberikan kewenangan untuk pemberdayaan," kata Habel.

Apalagi, kata mantan Bupati Kabupaten Jayapura tersebut, saat ini banyak uang mengalir ke kampung-kampung, bahkan mencapai hampir Rp 1 miliar per kampung. Namun, tetap perlu ada pembinaan dan pengawasan dari kepala-kepala distrik, sehingga rakyat bisa merasakan manfaatnya.

"Tujuan pemberdayaan ini supaya orang di kampung menjadi cerdas. Oleh karena itu di distrik nanti akan ada rumpun pendidikan, rumpun kesehatan, rumpun pembangunan infrastruktur. Kita operasi di kampung dan kita kasih tahu betapa pentingnya pendidikan, kesehatan dan lainnya, sehingga kami menawarkan itu," papar HMS.

Sementara itu JWW mengajak masyarakat untuk memilih pemimpin yang lurus pikirannya. "Meski kita tidak punya apa-apa, tapi kami punya harga diri dan harga diri itu untuk melakukan perubahan si negeri ini," katanya yang langsung disambut yel-yel menang, menang, menang.

Lebih lanjut kata JWW,  angka kemiskinan Papua menempati urutan terakhir dari 34 provinsi di Indonesia. Padahal, Papua kaya sumber daya alamnya.

"Pemimpin itu hadir untuk memberikan solusi untuk rakyat bukan untuk buat masalah, seperti di Asmat ada busung lapar dan campak sehingga banyak yang mati, namun tak punya hati, justru mencari kesalahan saya. Dong bilang JWW punya masalah, padahal kau yang punya masalah lebih berat. Mari kita lihat siapa yang duluan masuk penjara, kita lihat besok," paparnya.

JWW menambahkan, mestinya pertarungan politik ini dihadapi dengan cerdas dan bermartabat. "Kalau kau punya segala sesuatu, kenapa takut. hadapi saya dengan pak Habel yang tidak punya apa-apa. Kita bermodalkan hanya niat yang tulus untuk bekerja membangun negeri ini," tandasnya.[wid]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya